Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Kamu melihat kondisi yang terasa tidak aman di kapal. Mungkin PPE tidak lengkap, permit belum jelas, alat keselamatan rusak, atau jam kerja mulai melewati batas yang wajar. Tapi di sisi lain kamu juga bingung. Apakah ini cukup serius untuk disampaikan ? Harus bicara ke siapa dulu ? Bagaimana caranya supaya tidak dianggap banyak protes, tidak memperkeruh suasana, dan tidak membuat konflik yang sebenarnya bisa diselesaikan baik-baik ? Pertanyaan seperti itu wajar. Banyak pelaut akhirnya memilih diam bukan karena tidak peduli, tapi karena tidak tahu cara menyampaikan concern safety dengan benar.
Artikel ini bukan ajakan untuk melawan perusahaan, memviralkan masalah kapal, atau melewati prosedur internal tanpa alasan jelas. Tujuannya sederhana: membantu pelaut memahami cara menyampaikan masalah safety secara profesional, bertahap, faktual dan terdokumentasi.
Catatan Daily Loker Pelaut
Safety culture yang baik membutuhkan dua sisi : pelaut yang berani menyampaikan concern secara profesional dan perusahaan yang membuka ruang komunikasi dengan serius. Artikel ini ditulis untuk membantu komunikasi itu berjalan lebih sehat, bukan untuk mencari konflik.
Baca Juga : All About AB Pelaut
Bedakan Kondisi Tidak Nyaman vs Kondisi Tidak Aman
Sebelum menyampaikan laporan atau concern, pastikan dulu masalahnya jelas. Tidak semua kondisi yang tidak nyaman otomatis menjadi kondisi tidak aman. Tapi banyak kondisi tidak aman yang sering dianggap biasa karena crew sudah terlalu terbiasa melihatnya.
❗ Contoh kondisi TIDAK AMAN
✅ Lebih tepat disampaikan sebagai keluhan kerja biasa
Pertanyaan sederhana sebelum bicara
Tanyakan ke diri sendiri : jika kondisi ini dibiarkan, apakah ada risiko cedera, penyakit, kebakaran, jatuh, kerusakan serius, atau kegagalan operasi? Jika jawabannya ya, berarti concern tersebut layak disampaikan.
Prinsip Utama : Sampaikan Secara Bertahap dan Profesional
Dalam praktik yang sehat, concern safety sebaiknya disampaikan secara bertahap. Mulai dari komunikasi internal di kapal, lalu naik ke pihak darat jika masalah tidak mendapat respons atau memiliki risiko serius. Tetap ikuti prosedur SMS kapal dan kebijakan perusahaan yang berlaku.
Tujuannya bukan mencari siapa yang salah. Tujuannya adalah memastikan pekerjaan berjalan aman, prosedur dipenuhi, dan risiko bisa dikendalikan sebelum menjadi insiden.
Urutan komunikasi yang umumnya lebih aman :
1. Bicara ke direct supervisor atau officer terkait
Langkah pertama sebelum eskalasi ke manapun
2. Safety Officer atau Chief Officer / Chief Engineer
Jika belum ada respons dari supervisor, sesuai area kerja
3. Eskalasi ke Master
Jika masalah tetap tidak ditangani, sampaikan ke master dengan bahasa yang faktual
4. DPA atau pihak darat sesuai SMS
Jika jalur di kapal tidak cukup, gunakan jalur darat sesuai prosedur perusahaan
5. Jalur resmi eksternal
Jika kondisi serius dan jalur internal tidak berjalan : port authority, ITF Inspector atau welfare organization
Eskalasi bukan berarti menyerang. Eskalasi berarti memastikan concern sampai ke pihak yang punya kewenangan untuk mengambil tindakan.

Baca Juga : ISM Code Untuk Pelaut : Bukan Hanya Urusan Perusahaan
Cara Bicara yang Tidak Membuat Situasi Panas
Banyak masalah safety sebenarnya bisa lebih cepat diselesaikan kalau cara penyampaiannya tepat. Bahasa yang terlalu menyalahkan bisa membuat orang defensif. Sebaliknya, bahasa yang faktual membuat orang lebih mudah menerima dan mengambil tindakan.
| Lakukan ini ✔ Fokus pada kondisi, bukan menyerang orang. ✔ Sebutkan lokasi dan fakta spesifik. ✔ Jelaskan risiko dengan singkat. ✔ Minta arahan atau follow-up, bukan langsung mengancam. ✔ Gunakan bahasa tenang dan profesional. ✔ Jika sudah bicara, catat tanggal, waktu, dan responsnya. | Hindari ini ❌ Langsung posting di media sosial atau grup WhatsApp crew. ❌ Menuduh individu tanpa bukti yang jelas. ❌ Mengancam lapor sebelum mencoba jalur internal yang wajar. ❌ Bicara ke semua orang, kecuali orang yang punya wewenang. ❌ Menggunakan emosi, sindiran, atau kata-kata yang mempermalukan. ❌ Diam total sambil menyimpan masalah sampai meledak. |
Template Kalimat yang Bisa Dipakai
Berikut contoh kalimat yang lebih aman. Kamu bisa sesuaikan dengan kondisi di kapal.
| Peralatan keselamatan rusak : “Chief, izin confirm. Saya lihat fire extinguisher di area [lokasi] sudah expired/rusak. Apakah bisa kita cek dan follow up sebelum departure/operasi berikutnya?” |
| PTW belum jelas : “Untuk pekerjaan ini, saya lihat permit dan risk assessment belum lengkap. Bisa kita lengkapi dulu sebelum mulai? Saya mau pastikan semua crew covered.” |
| PPE tidak lengkap : “Bos, untuk pekerjaan ini PPE yang tersedia belum lengkap. Saya siap kerja, tapi mohon arahan agar prosedurnya aman dulu.” |
| Jam istirahat bermasalah : “Chief, izin lapor. Rest hour saya dalam periode terakhir mulai kurang dari yang seharusnya. Bisa kita cek record dan atur ulang jadwal supaya tetap aman?” |
| Enclosed space : “Chief, sebelum masuk enclosed space, apakah gas test, standby person, permit, dan rescue arrangement sudah ready? Saya ingin pastikan prosedurnya aman dulu.” |
Contoh Skenario Nyata : Enclosed Space Entry
Misalnya seorang rating diminta masuk ke void space untuk pekerjaan singkat. Pekerjaannya terlihat sederhana, tetapi gas test belum dilakukan, permit belum jelas, dan standby person belum siap.
Dalam kondisi seperti ini, pelaut tidak perlu langsung menuduh atau membuat suasana panas. Yang lebih tepat adalah stop sebentar, konfirmasi prosedur, dan minta arahan.
Situasi :
Diminta masuk void space — gas test belum dilakukan, permit belum jelas, standby person belum siap.
Contoh kalimat:
“Chief, izin confirm. Sebelum masuk, apakah gas test dan permit sudah ready? Saya mau pastikan prosedurnya aman dulu.”Kalimat ini tidak menyerang siapa pun. Tapi concern safety tetap tersampaikan dengan jelas.
Dokumentasi : Bukan untuk Menyerang, tapi untuk Menjelaskan Fakta
Dokumentasi sering disalahpahami. Dokumentasi bukan berarti kamu sedang membangun kasus melawan seseorang. Dokumentasi adalah cara memastikan fakta tidak berubah-ubah dan follow-up bisa dilakukan dengan jelas.
Yang sebaiknya dicatat :
Simpan catatan secara aman. Jika memungkinkan, simpan salinan pribadi seperti di email atau cloud pribadi, selama tidak melanggar kebijakan perusahaan dan kerahasiaan operasional kapal.
Jalur Komunikasi : Dari Kapal ke Darat
Setiap perusahaan punya Safety Management System (SMS) yang berbeda. Karena itu, jalur detailnya bisa tidak sama antara satu perusahaan dan perusahaan lain. Namun secara umum, urutannya biasanya seperti ini :
Cara tanya kontak DPA dengan sopan
“Captain/Chief, untuk jalur safety ke kantor, kontak DPA atau PIC yang bisa dihubungi siapa ya?”
Jika Kondisinya Serius dan Tidak Ditangani
Jika concern safety memiliki risiko besar dan tidak mendapatkan respons yang wajar, pelaut dapat mencari bantuan melalui jalur yang tersedia. Namun tetap jaga cara komunikasi: faktual, tertulis, dan tidak emosional.
Bantuan eksternal dapat berupa port authority/PSC setempat, ITF Inspector, organisasi welfare pelaut, atau serikat pelaut yang relevan. Prosedur dan perlindungan identitas pelapor dapat berbeda tergantung otoritas atau organisasi yang menerima laporan. Gunakan jalur eksternal dengan bijak, terutama untuk kondisi yang serius, berulang, atau tidak terselesaikan melalui jalur internal.
Baca Juga : Panduan MLC 2006 Untuk Pelaut Indonesia
Bagaimana Jika Kamu Diminta Melakukan Pekerjaan yang Terasa Tidak Aman ?
Dalam situasi seperti ini, jangan langsung diam dan bekerja dalam kondisi yang kamu yakini berisiko. Tapi jangan juga langsung menolak dengan cara yang kasar.
Kalimat yang lebih aman :
“Saya siap bekerja, tapi saya ingin pastikan prosedurnya aman dulu. Mohon arahan untuk permit, PPE, dan risk assessment sebelum kita lanjut.”
Penolakan yang profesional bukan karena tidak mau kerja. Penolakan yang profesional adalah ketika kamu menjelaskan risiko, meminta prosedur yang benar, dan tetap membuka ruang solusi.
Jika Setelah Menyampaikan Concern Kamu Merasa Dipersulit
Kadang pelaut khawatir setelah menyampaikan concern safety, suasana kerja jadi tidak nyaman. Ini alasan banyak orang memilih diam. Tapi jika kamu merasa diperlakukan tidak adil setelah menyampaikan concern, tetap tenang.
Referensi Bantuan yang Bisa Dicari Jika Dibutuhkan
Bagian ini bukan untuk menggantikan prosedur perusahaan. Gunakan sebagai referensi jika kondisi serius, jalur internal tidak berjalan, atau kamu membutuhkan bantuan independen.
| Jalur | Fungsi | Catatan |
| DPA Perusahaan | Jalur komunikasi safety antara kapal dan darat sesuai SMS. | Kontaknya seharusnya tersedia melalui dokumen SMS atau jalur perusahaan. |
| Port Authority / PSC | Otoritas pelabuhan yang dapat menangani isu keselamatan kapal di pelabuhan. | Prosedur berbeda tergantung negara/pelabuhan. |
| ITF Inspector | Bantuan independen untuk isu pelaut di banyak pelabuhan. | Gunakan website resmi ITF Seafarers untuk mencari kontak terbaru. |
| SeafarerHelp / ISWAN | Dukungan welfare pelaut dan keluarga pelaut. | Gunakan website resmi SeafarerHelp untuk kanal bantuan terbaru. |
| Serikat/organisasi pelaut | Bantuan advokasi atau pendampingan sesuai konteks. | Pilih organisasi yang relevan dengan flag, kontrak, dan lokasi kapal. |
Quick Checklist Saat Menemukan Kondisi Tidak Aman
✅ Identifikasi kondisi secara spesifik: apa, di mana, dan risikonya apa.
✅ Jangan langsung emosional atau menyebarkan ke grup.
✅ Bicara ke orang yang tepat lebih dulu: supervisor/officer terkait.
✅ Gunakan bahasa faktual dan profesional.
✅ Catat tanggal, waktu, lokasi, dan respons yang diterima.
✅ Jika tidak ada respons, eskalasi ke Master atau jalur yang sesuai.
✅ Jika masalah tidak terselesaikan di kapal, gunakan jalur DPA/pihak darat sesuai SMS.
✅ Jika risiko serius dan jalur internal tidak berjalan, cari bantuan resmi yang relevan.
✅ Simpan dokumentasi secara aman.
✅ Jangan menandatangani dokumen yang tidak kamu pahami, terutama jika berisi pelepasan klaim atau pernyataan yang tidak sesuai fakta.
Sedang Mencari Lowongan Pelaut ?
Cek lowongan terbaru di Daily Loker Pelaut Vacancy:
Tetap baca detail lowongan, pahami requirement, dan tanyakan informasi penting sebelum apply.
FAQ










Menyampaikan concern safety bukan berarti kamu tukang protes. Itu bagian dari sikap profesional seorang pelaut. Tapi cara menyampaikannya penting. Kalau kamu bicara dengan emosi, masalah bisa melebar. Kalau kamu bicara dengan fakta, jalur yang tepat, dan dokumentasi yang rapi, peluang penyelesaiannya jauh lebih baik. Safety culture yang baik tidak dibangun oleh satu pihak saja. Pelaut perlu berani menyampaikan concern secara profesional. Officer dan perusahaan juga perlu membuka ruang komunikasi dengan serius. Di kapal, diam terhadap kondisi berbahaya bukan selalu pilihan aman. Kadang, kalimat yang disampaikan dengan benar bisa mencegah insiden yang jauh lebih besar.
Banyak pelaut punya pengalaman bagus, tapi belum terbiasa menjawab interview dengan rapi. Buku Interview Mastery untuk Pelaut bisa jadi teman latihan sebelum kamu dipanggil interview.
Lihat Buku