Kondisi Kapal Tidak Aman ? Cara Menyampaikan Concern Safety Dengan Benar

Kamu melihat kondisi yang terasa tidak aman di kapal. Mungkin PPE tidak lengkap, permit belum jelas, alat keselamatan rusak, atau jam kerja mulai melewati batas yang wajar. Tapi di sisi lain kamu juga bingung. Apakah ini cukup serius untuk disampaikan ? Harus bicara ke siapa dulu ? Bagaimana caranya supaya tidak dianggap banyak protes, tidak memperkeruh suasana, dan tidak membuat konflik yang sebenarnya bisa diselesaikan baik-baik ? Pertanyaan seperti itu wajar. Banyak pelaut akhirnya memilih diam bukan karena tidak peduli, tapi karena tidak tahu cara menyampaikan concern safety dengan benar.

Artikel ini bukan ajakan untuk melawan perusahaan, memviralkan masalah kapal, atau melewati prosedur internal tanpa alasan jelas. Tujuannya sederhana: membantu pelaut memahami cara menyampaikan masalah safety secara profesional, bertahap, faktual dan terdokumentasi.

Sebelum menyampaikan laporan atau concern, pastikan dulu masalahnya jelas. Tidak semua kondisi yang tidak nyaman otomatis menjadi kondisi tidak aman. Tapi banyak kondisi tidak aman yang sering dianggap biasa karena crew sudah terlalu terbiasa melihatnya.

Contoh kondisi TIDAK AMAN

  1. Peralatan keselamatan rusak, tidak tersedia, atau tidak siap digunakan.
  2. PPE tidak ada, tidak layak pakai, atau tidak sesuai ukuran pekerjaan.
  3. Permit to Work (PTW) tidak dijalankan untuk pekerjaan berisiko tinggi.
  4. Enclosed space entry dilakukan tanpa prosedur, gas test, atau standby person yang jelas.
  5. Jam kerja atau jam istirahat mulai tidak sesuai aturan dan tercatat tidak rapi.
  6. Manning tidak cukup untuk pekerjaan yang berisiko atau operasi tertentu.
  7. Kondisi akomodasi mengganggu kesehatan.
  8. Alat navigasi, komunikasi, mesin, atau sistem critical menunjukkan kondisi berpotensi membahayakan.

Lebih tepat disampaikan sebagai keluhan kerja biasa

  1. Makanan terasa kurang cocok, tapi masih layak dan cukup.
  2. Internet lambat atau mahal.
  3. Jadwal kerja tidak ideal, tetapi masih dalam batas aturan.
  4. Perbedaan pendapat tentang cara kerja yang tidak menyangkut keselamatan langsung.

Pertanyaan sederhana sebelum bicara

Tanyakan ke diri sendiri : jika kondisi ini dibiarkan, apakah ada risiko cedera, penyakit, kebakaran, jatuh, kerusakan serius, atau kegagalan operasi? Jika jawabannya ya, berarti concern tersebut layak disampaikan.

Dalam praktik yang sehat, concern safety sebaiknya disampaikan secara bertahap. Mulai dari komunikasi internal di kapal, lalu naik ke pihak darat jika masalah tidak mendapat respons atau memiliki risiko serius. Tetap ikuti prosedur SMS kapal dan kebijakan perusahaan yang berlaku.

Tujuannya bukan mencari siapa yang salah. Tujuannya adalah memastikan pekerjaan berjalan aman, prosedur dipenuhi, dan risiko bisa dikendalikan sebelum menjadi insiden.

Urutan komunikasi yang umumnya lebih aman :

1. Bicara ke direct supervisor atau officer terkait

Langkah pertama sebelum eskalasi ke manapun

2. Safety Officer atau Chief Officer / Chief Engineer

Jika belum ada respons dari supervisor, sesuai area kerja

3. Eskalasi ke Master

Jika masalah tetap tidak ditangani, sampaikan ke master dengan bahasa yang faktual

4. DPA atau pihak darat sesuai SMS

Jika jalur di kapal tidak cukup, gunakan jalur darat sesuai prosedur perusahaan

5. Jalur resmi eksternal

Jika kondisi serius dan jalur internal tidak berjalan : port authority, ITF Inspector atau welfare organization

Eskalasi bukan berarti menyerang. Eskalasi berarti memastikan concern sampai ke pihak yang punya kewenangan untuk mengambil tindakan.

Banyak masalah safety sebenarnya bisa lebih cepat diselesaikan kalau cara penyampaiannya tepat. Bahasa yang terlalu menyalahkan bisa membuat orang defensif. Sebaliknya, bahasa yang faktual membuat orang lebih mudah menerima dan mengambil tindakan.

Lakukan ini
Fokus pada kondisi, bukan menyerang orang.
✔ Sebutkan lokasi dan fakta spesifik.
✔ Jelaskan risiko dengan singkat.
✔ Minta arahan atau follow-up, bukan langsung mengancam.
✔ Gunakan bahasa tenang dan profesional.
✔ Jika sudah bicara, catat tanggal, waktu, dan responsnya.
 Hindari ini
❌ Langsung posting di media sosial atau grup WhatsApp crew.
❌ Menuduh individu tanpa bukti yang jelas.
❌ Mengancam lapor sebelum mencoba jalur internal yang wajar.
❌ Bicara ke semua orang, kecuali orang yang punya wewenang.
❌ Menggunakan emosi, sindiran, atau kata-kata yang mempermalukan.
❌ Diam total sambil menyimpan masalah sampai meledak.

Berikut contoh kalimat yang lebih aman. Kamu bisa sesuaikan dengan kondisi di kapal.

Misalnya seorang rating diminta masuk ke void space untuk pekerjaan singkat. Pekerjaannya terlihat sederhana, tetapi gas test belum dilakukan, permit belum jelas, dan standby person belum siap.

Dalam kondisi seperti ini, pelaut tidak perlu langsung menuduh atau membuat suasana panas. Yang lebih tepat adalah stop sebentar, konfirmasi prosedur, dan minta arahan.

Situasi :

Diminta masuk void space — gas test belum dilakukan, permit belum jelas, standby person belum siap.

Contoh kalimat:

“Chief, izin confirm. Sebelum masuk, apakah gas test dan permit sudah ready? Saya mau pastikan prosedurnya aman dulu.”Kalimat ini tidak menyerang siapa pun. Tapi concern safety tetap tersampaikan dengan jelas.

Dokumentasi sering disalahpahami. Dokumentasi bukan berarti kamu sedang membangun kasus melawan seseorang. Dokumentasi adalah cara memastikan fakta tidak berubah-ubah dan follow-up bisa dilakukan dengan jelas.

Yang sebaiknya dicatat :

  1. Tanggal dan waktu kejadian.
  2. Lokasi spesifik di kapal.
  3. Deskripsi kondisi secara faktual.
  4. Risiko yang mungkin terjadi.
  5. Kepada siapa kamu sudah menyampaikan concern.
  6. Respons yang kamu terima.
  7. Tindak lanjut yang diharapkan.
  8. Foto atau dokumen pendukung jika diperbolehkan dan tidak melanggar prosedur kapal.

Simpan catatan secara aman. Jika memungkinkan, simpan salinan pribadi seperti di email atau cloud pribadi, selama tidak melanggar kebijakan perusahaan dan kerahasiaan operasional kapal.

Setiap perusahaan punya Safety Management System (SMS) yang berbeda. Karena itu, jalur detailnya bisa tidak sama antara satu perusahaan dan perusahaan lain. Namun secara umum, urutannya biasanya seperti ini :

  1. Direct supervisor atau officer terkait.
  2. Safety Officer, Chief Officer, Chief Engineer, atau department head.
  3. Master sebagai otoritas tertinggi di kapal.
  4. DPA atau pihak darat sesuai prosedur SMS.
  5. Port authority, ITF Inspector, welfare organization, atau serikat pelaut jika kondisi serius dan jalur internal tidak berjalan.

Jika concern safety memiliki risiko besar dan tidak mendapatkan respons yang wajar, pelaut dapat mencari bantuan melalui jalur yang tersedia. Namun tetap jaga cara komunikasi: faktual, tertulis, dan tidak emosional.

Bantuan eksternal dapat berupa port authority/PSC setempat, ITF Inspector, organisasi welfare pelaut, atau serikat pelaut yang relevan. Prosedur dan perlindungan identitas pelapor dapat berbeda tergantung otoritas atau organisasi yang menerima laporan. Gunakan jalur eksternal dengan bijak, terutama untuk kondisi yang serius, berulang, atau tidak terselesaikan melalui jalur internal.

Dalam situasi seperti ini, jangan langsung diam dan bekerja dalam kondisi yang kamu yakini berisiko. Tapi jangan juga langsung menolak dengan cara yang kasar.

  1. Minta klarifikasi prosedur: permit, risk assessment, toolbox meeting, PPE, dan standby arrangement.
  2. Sampaikan concern secara spesifik: kondisi apa yang membuat pekerjaan terasa tidak aman.
  3. Minta arahan dari atasan atau officer terkait.
  4. Catat komunikasi dan responsnya.
  5. Jika tetap tidak aman, eskalasi sesuai prosedur SMS kapal.

Penolakan yang profesional bukan karena tidak mau kerja. Penolakan yang profesional adalah ketika kamu menjelaskan risiko, meminta prosedur yang benar, dan tetap membuka ruang solusi.

Kadang pelaut khawatir setelah menyampaikan concern safety, suasana kerja jadi tidak nyaman. Ini alasan banyak orang memilih diam. Tapi jika kamu merasa diperlakukan tidak adil setelah menyampaikan concern, tetap tenang.

  1. Catat kejadian secara faktual: tanggal, bentuk perlakuan, siapa yang terlibat, dan komunikasi yang terjadi.
  2. Hindari membalas dengan emosi atau menyebarkan masalah di media sosial.
  3. Gunakan jalur resmi perusahaan jika masalah berlanjut.
  4. Jika perlu, cari bantuan dari organisasi pelaut atau welfare organization sesuai kondisi.
  5. Fokus utamanya tetap penyelesaian masalah dan keselamatan, bukan memperbesar konflik.

Bagian ini bukan untuk menggantikan prosedur perusahaan. Gunakan sebagai referensi jika kondisi serius, jalur internal tidak berjalan, atau kamu membutuhkan bantuan independen.

JalurFungsiCatatan
DPA PerusahaanJalur komunikasi safety antara kapal dan darat sesuai SMS.Kontaknya seharusnya tersedia melalui dokumen SMS atau jalur perusahaan.
Port Authority / PSCOtoritas pelabuhan yang dapat menangani isu keselamatan kapal di pelabuhan.Prosedur berbeda tergantung negara/pelabuhan.
ITF InspectorBantuan independen untuk isu pelaut di banyak pelabuhan.Gunakan website resmi ITF Seafarers untuk mencari kontak terbaru.
SeafarerHelp / ISWANDukungan welfare pelaut dan keluarga pelaut.Gunakan website resmi SeafarerHelp untuk kanal bantuan terbaru.
Serikat/organisasi pelautBantuan advokasi atau pendampingan sesuai konteks.Pilih organisasi yang relevan dengan flag, kontrak, dan lokasi kapal.

✅ Identifikasi kondisi secara spesifik: apa, di mana, dan risikonya apa.

✅ Jangan langsung emosional atau menyebarkan ke grup.

✅ Bicara ke orang yang tepat lebih dulu: supervisor/officer terkait.

✅ Gunakan bahasa faktual dan profesional.

✅ Catat tanggal, waktu, lokasi, dan respons yang diterima.

✅ Jika tidak ada respons, eskalasi ke Master atau jalur yang sesuai.

✅ Jika masalah tidak terselesaikan di kapal, gunakan jalur DPA/pihak darat sesuai SMS.

✅ Jika risiko serius dan jalur internal tidak berjalan, cari bantuan resmi yang relevan.

✅ Simpan dokumentasi secara aman.

✅ Jangan menandatangani dokumen yang tidak kamu pahami, terutama jika berisi pelepasan klaim atau pernyataan yang tidak sesuai fakta.

Sedang Mencari Lowongan Pelaut ?

Cek lowongan terbaru di Daily Loker Pelaut Vacancy:

Tetap baca detail lowongan, pahami requirement, dan tanyakan informasi penting sebelum apply.

Baca, simpan, dan share ke teman pelaut lain yang membutuhkan.

Ingin Lebih Siap Saat Interview?

Banyak pelaut punya pengalaman bagus, tapi belum terbiasa menjawab interview dengan rapi. Buku Interview Mastery untuk Pelaut bisa jadi teman latihan sebelum kamu dipanggil interview.

Lihat Buku