Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Deck Cadet bukan sekadar “naik kapal sambil belajar jadi pelaut”. Ini adalah masa pembentukan dasar sebelum seseorang benar-benar dipercaya menjadi perwira dek. Banyak cadet dek sebenarnya punya semangat besar. Tapi saat menghadapi Prala, mereka sering belum tahu apa yang benar-benar akan dihadapi di kapal: tugas lookout, dinas jaga di anjungan, mooring, cargo operation, familiarisasi safety, mengisi Training Record Book atau TRB, sampai cara bersikap kepada Nakhoda, mualim, Bosun, AB, dan crew lain. Masalahnya bukan selalu karena cadet tidak mampu. Kadang mereka hanya belum mendapat gambaran yang cukup jelas tentang realita kapal pertama. Panduan ini dibuat untuk kamu yang sedang berada di jalur deck department: sedang mencari kapal Prala, menunggu penempatan dari kampus, mempersiapkan dokumen, atau sebentar lagi naik kapal untuk pertama kali. Tujuannya sederhana : membantu Deck Cadet Indonesia lebih siap, lebih tenang, dan lebih tahu apa yang perlu dilakukan sejak awal.
Catatan Daily Loker Pelaut
Artikel ini adalah panduan praktis. Detail syarat Prala, pengakuan masa layar, dan jalur sertifikasi bisa berbeda tergantung institusi, perusahaan, jenis kapal, dan ketentuan terbaru yang berlaku. Selalu konfirmasi ke kampus/institusi, perusahaan, atau pihak berwenang sebelum mengambil keputusan penting.
Yang Perlu Kamu Tahu Dulu
1. Deck Cadet adalah calon perwira dek yang sedang menjalani Praktek Laut atau Prala. Tugasmu belajar, mencatat, dan membantu pekerjaan sesuai arahan – bukan menjadi tenaga kerja penuh.
2. Dua hal yang paling sering membuat cadet bermasalah adalah dokumen yang diurus mendadak dan TRB yang dikejar di akhir kontrak. Bereskan dua hal ini sejak awal.
3. Inti tugas perwira dek adalah navigasi, cargo, dan safety. Selama Prala, fokus pahami bridge watchkeeping, peralatan navigasi, mooring, dan operasi muatan.
4. Attitude menentukan reputasi. Dunia crewing kecil. Mualim yang membimbingmu hari ini bisa menjadi recruiter, Nakhoda, atau orang yang dimintai referensi tentang kamu nanti.
Realita yang Sering Dihadapi Deck Cadet Indonesia
Banyak Deck Cadet Indonesia tidak hanya menghadapi tantangan teknis. Sebelum naik kapal saja, kadang tekanannya sudah terasa. Ada yang menunggu kabar dari kampus. Ada yang melihat teman lain sudah lebih dulu berangkat. Ada yang mendapat tawaran kapal, tapi belum yakin apakah kapal itu bisa diakui untuk Prala. Ada juga yang bingung harus bertanya ke siapa tanpa terlihat banyak menuntut.
Setelah naik kapal, tantangannya berbeda lagi. Sebagian cadet kaget karena hari-hari pertama tidak langsung belajar navigasi secara penuh. Ada yang lebih banyak cleaning, chipping, painting, ikut mooring, membawa alat, membantu kerja dek, atau menjadi lookout di anjungan. Hal seperti ini sering membuat cadet bertanya dalam hati : “Apakah saya benar-benar sedang belajar ?” Jawabannya : bisa iya, kalau kamu memahami prosesnya. Pekerjaan dasar di dek bukan berarti tidak penting. Dari cleaning, mooring, lookout, dan familiarisasi, kamu mulai mengenal kapal, area kerja, risiko, alat, prosedur, dan budaya kerja onboard.
Baca Juga : All About Engine Cadet
Prinsip penting
Kapal pertama tidak harus terlihat sempurna. Tapi proses Prala harus jelas: diketahui institusi, masa layar bisa diakui, TRB berjalan, dan kamu benar-benar belajar dari pekerjaan yang kamu ikuti.
Apa Itu Deck Cadet

Deck Cadet atau Cadet Dek – adalah calon perwira dek yang sedang menjalani Praktek Laut sebagai bagian dari proses pendidikan dan pembentukan kompetensi di deck department. Di kapal, Deck Cadet biasanya berada di bawah pengawasan departemen dek, dengan arahan dari Nakhoda, Chief Officer, atau perwira dek yang ditunjuk sebagai pembimbing. Kamu bukan tenaga kerja penuh, tapi juga bukan penonton. Kamu berada di kapal untuk belajar, mencatat, membantu pekerjaan sesuai arahan, dan membangun dasar kompetensi sebagai calon perwira dek.
Yang membedakan Deck Cadet dari rating dek seperti AB, OS atau Bosun adalah tujuan akhirnya. Cadet sedang membangun jalur menuju perwira dek, sedangkan rating menjalankan tugas operasional sesuai jabatan dan sertifikatnya.
Deck Cadet vs Rating Dek
📌Status Deck Cadet : peserta didik atau calon perwira dek
📌Status rating dek : crew operasional sesuai jabatan.
📌Fokus Deck Cadet: belajar, mengisi TRB, familiarisasi kapal, dan membantu pekerjaan dengan supervisi.
📌Fokus rating dek: menjalankan tugas rutin deck department sesuai jabatan dan sertifikat.
📌Pembimbing Deck Cadet : Master, Chief Officer atau mualim yang ditunjuk.
📌Pembimbing rating dek : mualim jaga, Bosun atau atasan langsung.
📌Target Deck Cadet : menyelesaikan Prala dan membangun jalur ke perwira dek.
📌Dokumen penting Deck Cadet : TRB, dokumen Prala, buku pelaut dan sertifikat dasar.
Jalur Masuk : Dari Institusi ke Kapal Pertama
Secara umum, calon Deck Cadet di Indonesia berasal dari institusi pendidikan pelayaran seperti politeknik pelayaran, akademi pelayaran, sekolah tinggi pelayaran, atau jalur pendidikan lain yang memiliki program nautika/pelayaran. Detail jalurnya bisa berbeda, tetapi pola besarnya biasanya seperti ini :
1. Mengikuti pendidikan nautika di institusi yang diakui.
2. Menyelesaikan syarat akademik sebelum berangkat Prala.
3. Menyiapkan dokumen dasar pelaut dan dokumen dari institusi.
4. Mendapat penempatan kapal melalui kampus, perusahaan, agen, alumni, atau jalur resmi lain.
5. Menjalani masa Prala dan mengisi TRB sesuai arahan institusi.
6. Kembali ke kampus untuk proses evaluasi, sidang, atau tahapan lanjutan sesuai aturan institusi.
Penting sebelum menerima kapal Prala Jangan hanya mengejar “yang penting cepat naik kapal”. Pastikan penempatan tersebut diketahui dan disetujui oleh institusi kamu, serta memenuhi ketentuan untuk pengakuan masa layar dan TRB. Kalau ragu, tanyakan dulu ke bagian Prala atau pihak kampus sebelum tanda tangan atau berangkat.
Sebelum Menerima Kapal Prala, Tanyakan Ini Dulu
Banyak cadet terlalu senang saat mendapat tawaran kapal, sampai lupa menanyakan hal-hal penting. Padahal ini menyangkut masa layar, dokumen, biaya, dan kelancaran proses setelah kembali ke kampus.
1. Apakah kapal ini disetujui oleh institusi saya untuk Prala ?
2. Berapa lama masa Prala atau kontrak yang diberikan ?
3. Apakah TRB saya bisa ditandatangani oleh perwira yang berwenang ?
4. Siapa PIC perusahaan atau agen yang bisa dihubungi jika ada kendala ?
5. Jenis kapal, flag, GT, trading area, dan rute pelayaran apa ?
6. Apakah ada allowance atau uang saku? Kalau ada, bagaimana ketentuannya ?
7. Siapa yang menanggung tiket, medical, visa, joiner ticket, atau biaya perjalanan ?
8. Apakah ada asuransi, perlindungan, atau dokumen perjanjian yang jelas ?
9. Bagaimana prosedur sign on, sign off, dan pelaporan ke institusi ?
Pertanyaan seperti ini bukan berarti kamu banyak menuntut. Ini bagian dari memastikan Prala kamu berjalan jelas, aman, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Dokumen yang Harus Beres Sebelum Naik Kapal
Area dokumen sering menjadi penyebab cadet delay naik kapal. Bukan karena dokumennya sulit semua, tapi karena banyak yang baru diurus mendadak saat jadwal boarding sudah dekat.
Baca Juga : Lowongan Pelaut Asli vs Penipuan : Cara Cek Sebelum Kirim CV
| Dokumen Dasar yang Biasanta Diminta | Sertifikat Tambahan yang Bisa Menjadi Nilai Plus |
| ✅Buku Pelaut / Seafarer Book. ✅BST (Basic Safety Training) yang masih valid. ✅Medical Certificate / MCU dari klinik, dokter, atau rumah sakit yang diakui sesuai requirement. ✅Seafarer Identity Document (SID), jika diminta. ✅Paspor, terutama untuk kapal internasional atau rute luar negeri. ✅Surat pengantar Prala dari institusi pendidikan. ✅Training Record Book (TRB) dari institusi. ✅Dokumen penempatan, mutasi, atau joining instruction dari perusahaan/agen jika sudah tersedia. | ✅SCRB / PSCRB (Survival Craft and Rescue Boat), jika diminta perusahaan atau jenis kapal tertentu. ✅AFF (Advanced Fire Fighting), jika relevan. ✅Security Awareness atau sertifikat security lain yang diminta. ✅Sertifikat tambahan sesuai jenis kapal, misalnya tanker familiarization untuk kapal tanker. |
Jangan tunggu last minute
BST atau medical certificate yang tidak valid biasanya akan menghambat proses joining. Cek masa berlaku semua dokumen minimal beberapa minggu sebelum jadwal keberangkatan. Simpan juga scan dokumen dalam format PDF yang jelas dan mudah dikirim.
30 Hari Pertama Deck Cadet Kapal : Fokus ke Hal Ini
Pada 30 hari pertama, jangan memaksakan diri untuk langsung memahami semua hal. Fokus dulu pada keselamatan, familiarisasi, dan kebiasaan belajar yang benar.
1. Hafalkan muster station dan tugas emergency kamu.
2. Kenali area bridge, forecastle, poop deck, mooring station, cargo area, dan jalur escape.
3. Pahami aturan dasar di anjungan: tidak berisik, tidak mengganggu mualim jaga, dan tidak menyentuh alat navigasi tanpa izin.
4. Bawa buku catatan kecil saat jaga atau kerja dek.
5. Catat istilah baru seperti CPA, TCPA, bearing, draft, trim, heaving line, snap-back zone, passage plan, dan handover.
6. Mulai isi TRB sedikit demi sedikit sejak awal.
7. Perhatikan cara mualim melakukan serah terima jaga.
8. Belajar menjadi lookout yang benar.
9. Jangan berdiri sembarangan di area mooring.
10. Bangun hubungan baik dengan Nakhoda, mualim, Bosun, AB, OS, dan semua crew.
Target 30 hari pertama Bukan menjadi cadet paling pintar. Targetnya adalah menjadi cadet yang aman, sopan, disiplin, bisa diarahkan, dan terlihat serius belajar.
Tugas Harian Deck Cadet di Kapal : Realitas Bukan Teori
Banyak Deck Cadet kaget karena bayangan mereka tentang Prala berbeda dengan realita di kapal. Ada yang membayangkan akan langsung memegang radar dan ikut navigasi setiap hari. Ada juga yang kecewa karena awalnya lebih banyak chipping, painting, cleaning, atau membantu kerja dek dasar.
Padahal pekerjaan dasar itulah pintu masuk untuk memahami kapal. Kamu tidak bisa memahami navigasi dan operasi muatan kalau belum familiar dengan area, peralatan, prosedur, dan kebiasaan kerja di dek dan anjungan.
Catatan – Pembagian fase di bawah ini adalah gambaran umum. Di kapal sebenarnya, urutan belajar bisa berbeda tergantung jenis kapal, sistem jaga, Nakhoda, mualim pembimbing, dan kebutuhan operasional.
Fase 1 : Orientasi dan Familiarisasi
🖊️Berkenalan dengan layout kapal: anjungan, dek, forecastle, poop deck, dan jalur escape.
🖊️Mengenal peralatan navigasi dasar: radar/ARPA, ECDIS, GPS, gyro compass, magnetic compass, dan AIS.
🖊️Belajar nama bagian kapal, peralatan dek, dan alat yang sering dipakai.
🖊️Ikut familiarisasi LSA dan FFA sesuai muster list.
🖊️Membantu kebersihan dan housekeeping area dek.
🖊️Mulai mengisi bagian familiarisasi di TRB.
Fase 2 : Bridge Watchkeeping dan Rutinitas Harian
🖊️Ikut mualim jaga di anjungan dengan supervisi.
🖊️Belajar tugas lookout: mengamati situasi sekeliling, kapal lain, dan bahaya navigasi.
🖊️Mengenal cara membaca radar, ECDIS, dan posisi kapal.
🖊️Memahami prosedur handover jaga dan pencatatan di log book atau bell book.
🖊️Mulai mengenal COLREG secara bertahap.
🖊️Membantu pekerjaan dek harian sesuai arahan Bosun atau mualim.
Fase 3 : Cargo, Mooring dab Pemahaman Teknis
🖊️Ikut operasi mooring dan anchoring dengan pengawasan: mengenal tali tambat, windlass, winch, dan safety di mooring station.
🖊️Memahami operasi muatan dasar sesuai jenis kapal: loading/discharging, lashing/securing, dan draft.
🖊️Belajar koreksi peta dan dasar passage planning kalau diberi kesempatan.
🖊️Mencatat pekerjaan yang dilakukan untuk kebutuhan TRB.
🖊️Mulai memahami hubungan antara navigasi, muatan, stabilitas, dan safety – bukan hanya menghafal istilah.
Fase 4 : Finalisasi TRB dan Persiapan Pulang
🖊️Memastikan TRB terisi bertahap, bukan dikejar di akhir kontrak.
🖊️Minta tanda tangan atau verifikasi pembimbing sesuai prosedur.
🖊️Scan halaman TRB yang sudah ditandatangani.
🖊️Menyusun catatan pengalaman penting untuk bahan laporan kampus dan interview setelah Prala.
🖊️Menjaga hubungan baik dengan mualim dan crew sampai sign off.
Etika Deck Cadet Saat di Anjungan
Anjungan bukan tempat nongkrong. Di sana mualim jaga sedang memantau navigasi, traffic, cuaca, komunikasi, posisi kapal, dan keselamatan pelayaran.
Sebagai Deck Cadet, kamu perlu menjaga etika saat berada di bridge.
Ingat Cadet yang sopan di bridge biasanya lebih mudah dipercaya untuk belajar lebih banyak.
Lookout Bukan Tugas Kecil
Banyak cadet menganggap lookout hanya “melihat laut”. Padahal lookout adalah salah satu dasar terpenting dalam bridge watchkeeping. Dari lookout, kamu belajar membaca situasi :
📌Kapal lain di sekitar
📌Lampu navigasi
📌Arah dan perubahan bearing
📌Fishing vessel
📌Buoy
📌Cuaca
📌Visibility
📌Benda terapung
📌Potensi bahaya navigasi.
Lookout yang baik tidak hanya mengandalkan mata, radar, atau AIS saja. Semua informasi harus dibaca bersama-sama. Jika kamu melihat sesuatu yang tidak normal, segera laporkan ke mualim jaga dengan jelas.
Contoh kalimat saat lookout
“Third, vessel on starboard bow. Bearing looks steady.”
Atau dalam Bahasa Indonesia :
“Third, ada kapal di haluan kanan. Bearing terlihat tetap.”
Sebagai cadet, kamu tidak harus langsung mengambil keputusan. Tapi kamu harus belajar mengamati, melapor, dan memahami situasi.
Bridge Watchkeeping dan COLREG : Jantung Tugas Perwira Deck
Kalau engineer punya kamar mesin, perwira dek punya anjungan. Inti dari menjadi perwira dek adalah menjaga kapal tetap aman saat berlayar. Itu berpusat pada dua hal: bridge watchkeeping dan COLREG.
Saat ikut dinas jaga di anjungan, kamu akan mulai melihat bagaimana mualim menjaga kapal tetap aman: memantau posisi, memperhatikan traffic, membaca radar, melihat ECDIS, mengecek cuaca, mencatat log book, dan mengambil keputusan sesuai kondisi.
Sebagai cadet, kamu mungkin belum diminta mengambil keputusan. Tapi kamu harus mulai memahami cara berpikir perwira dek.
Apa yang Perlu Kamu Pelajari Saat Jaga Navigasi
COLREG bukan sekadar hafalan ujian. COLREG adalah dasar untuk mencegah tubrukan di laut. Tapi ingat: keselamatan selalu lebih penting daripada merasa “paling benar”. Dalam navigasi, semua pihak tetap punya kewajiban untuk menghindari bahaya.
Tips cadet Bawa buku catatan kecil ke anjungan. Setiap kali mualim menjelaskan situasi atau aturan COLREG, catat dengan bahasamu sendiri. Catatan inilah yang nanti membantu saat sidang, assessment, dan interview pertama.
Cara Bertanya ke Mualim Tanpa Mengganggu Watch
Bertanya itu penting. Tapi di anjungan, timing sangat penting. Jangan bertanya panjang saat kapal sedang traffic padat, pilotage, maneuvering, crossing situation, atau saat mualim sedang komunikasi VHF.
| Kalimat yang lebih aman “Second, kalau nanti traffic sudah aman, boleh saya tanya cara membaca CPA dan TCPA ?” “Third, saya tadi lihat ada kapal crossing di radar. Nanti kalau ada waktu, boleh dijelaskan cara menilainya?” “Chief, untuk kegiatan mooring tadi, bagian mana yang bisa saya catat di TRB ?” “Captain, saya belum terlalu paham tugas saya di muster list. Boleh saya minta penjelasan ulang setelah situasi aman ?” |
Cadet yang baik bukan cadet yang bertanya tanpa henti. Cadet yang baik adalah cadet yang memperhatikan dulu, mencatat, lalu bertanya di waktu yang tepat.
Pengetahuan dan Peralatan Dek yang Perlu Kamu Pahami Selama Prala
Kamu tidak harus langsung menguasai semuanya sebelum naik kapal. Tapi selama Prala, kamu harus mulai memahami area-area berikut karena inilah fondasi saat kamu nanti masuk ke level junior officer.
| Catatan safety di dek dan anjungan : Jangan mengoperasikan winch, windlass, valve, panel, atau peralatan apa pun tanpa instruksi dan pengawasan. Jauhi snap-back zone saat mooring. Rasa ingin tahu itu bagus, tapi tindakan tanpa izin bisa berbahaya untuk kamu, crew lain, dan kapal. |
Mooring Safety : Jangan Hanya Ingin Melihat dari Dekat
Mooring terlihat seperti pekerjaan rutin. Tapi risikonya tinggi. Sebagai Deck Cadet, jangan berdiri di area mooring hanya karena ingin melihat lebih dekat. Pahami dulu posisi aman dan ikuti instruksi Bosun, AB, OS, atau mualim yang bertugas.
| Kalimat sederhana “Bosun, posisi aman untuk saya berdiri di mana?” Pertanyaan seperti ini bukan tanda takut. Itu tanda kamu paham risiko. |
Belajar dari Bosun, AB dan OS
Deck Cadet adalah calon perwira. Tapi itu bukan alasan untuk merasa lebih tinggi dari rating deck. Banyak hal praktis di dek justru dipelajari dari Bosun, AB, dan OS.
📌Cara membaca kondisi tali.
📌Cara kerja winch dan windlass.
📌Posisi aman saat mooring.
📌Kebiasaan kerja deck maintenance.
📌Cara lashing dan securing.
📌Cara menjaga deck equipment.
📌Budaya kerja yang tidak selalu tertulis di buku.
Hormati mereka. Cadet yang menghargai rating biasanya lebih mudah diterima di kapal. Sebaliknya, cadet yang merasa “calon officer” tapi tidak mau belajar dari crew lain biasanya sulit dipercaya. Di kapal : Ilmu tidak hanya datang dari jabatan. Ilmu juga datang dari pengalaman.
Training Record Book (TRB) : Jangan Anggap Remeh
TRB adalah dokumentasi resmi proses belajar kamu selama Prala. Ini bukan buku formalitas yang bisa diisi asal-asalan menjelang pulang. TRB menunjukkan apa yang kamu pelajari, pekerjaan apa yang kamu ikuti, dan kompetensi apa yang sudah dibimbing di kapal.
TRB yang kosong, tidak sesuai fakta, atau tidak diverifikasi berkala bisa mengganggu proses evaluasi saat kamu kembali ke institusi.
Tips Mengisi TRB yang Benar
✅ Isi segera setelah aktivitas selesai. Jangan menumpuk sampai akhir kontrak.
✅ Gunakan kalimat spesifik. Misalnya: “Saya mengikuti dinas jaga navigasi bersama mualim 3 dan mencatat posisi kapal serta situasi lalu lintas di sekitar.”
✅ Minta tanda tangan atau verifikasi pembimbing secara berkala sesuai prosedur di kapal.
✅ Scan/foto halaman yang sudah ditandatangani dan simpan backup di email atau cloud.
✅ Kalau ada task yang tidak bisa dilakukan karena kapal tidak punya peralatan atau operasi tersebut, catat alasannya dan koordinasikan dengan pembimbing/institusi.
TRB adalah tanggung jawab kamu TRB yang hilang, rusak, atau kosong di akhir Prala bisa menjadi masalah besar. Jangan mengandalkan ingatan. Catat, foto, scan, dan backup secara rutin.
Selain TRB, Buat Catatan Belajar Pribadi
TRB adalah dokumen resmi. Tapi cadet juga perlu punya catatan belajar pribadi. Catatan ini tidak perlu rumit. Yang penting konsisten.
Isi catatan harian sederhana
🖊️Tanggal
🖊️Kegiatan yang diikuti
🖊️Area kerja
🖊️Istilah baru
🖊️Hal yang dipelajari
🖊️Pertanyaan yang belum dipahami
🖊️Catatan safety
Contoh daily learning log
Tanggal : 12 Juni
Kegiatan : ikut bridge watch bersama 3/O
Yang dipelajari : lookout, monitoring CPA/TCPA, pencatatan posisi kapal
Istilah baru : CPA, TCPA, relative bearing
Pertanyaan : kapan mualim harus call Master? Catatan safety: lookout tidak boleh hanya mengandalkan radar; visual observation tetap penting.
Catatan kecil seperti ini akan sangat membantu saat menyusun laporan Prala, sidang, CV dan jawaban interview. Pengalaman yang tidak dicatat biasanya cepat hilang. Pengalaman yang dicatat bisa menjadi bahan belajar dan bahan cerita saat interview.
Istilah Dek yang Sering Bikin Cadet Baru Bingung
Sikap dan Mentalitas yang Menentukan Kualitas Prala
Cadet yang baik bukan cadet yang sok tahu, tapi juga bukan cadet yang hanya diam menunggu disuruh. Tugasmu adalah belajar, mencatat, bertanya dengan sopan, dan membantu pekerjaan sesuai arahan.
| Yang Membuat Cadet Dek Dipercaya | Yang Membuat Cadet Sulit Dipercaya |
| ✅Datang tepat waktu atau sedikit lebih awal saat jaga atau kerja harian. ✅Membawa buku catatan kecil untuk mencatat istilah, situasi, dan penjelasan mualim. ✅Bertanya setelah mencoba memahami dulu, bukan bertanya asal-asalan. ✅Menjaga kebersihan dan kerapian area kerja tanpa harus selalu disuruh. ✅Tidak malu mengakui belum paham, tapi mau belajar. ✅Melapor kalau melihat kondisi tidak normal: kapal mendekat, alarm, peralatan rusak, atau hal mencurigakan saat lookout. | ❌Terlalu sering di kabin saat jam kerja tanpa alasan jelas. ❌Main HP saat dinas jaga atau saat sedang belajar di dek. ❌Mengangguk seolah paham, padahal tidak mengerti instruksi. ❌Tidak mengisi TRB secara berkala. ❌Banyak komplain tapi tidak menunjukkan kemauan belajar. ❌Tidak menjaga attitude terhadap rating, mualim, dan crew lain. |
Dunia crewing itu kecil. Mualim yang membimbing kamu hari ini bisa saja bertemu kamu lagi sebagai recruiter, superintendent, Nakhoda, atau orang yang dimintai referensi beberapa tahun ke depan.
Kesalahan Umum Deck Cadet Indonesia
Beberapa kesalahan ini sering terjadi pada cadet baru. Bukan untuk menyalahkan, tapi agar bisa dihindari sejak awal.
Pesan untuk cadet
Deck Cadet yang baik bukan yang kapalnya paling besar atau paling keren. Deck Cadet yang baik adalah yang bisa memaksimalkan kapal pertamanya untuk belajar dengan serius.
Cara Apply Kapal Praktek yang Lebih Rapi
Mendapat kapal Prala bukan cuma soal nasib. Cara kamu mengirim lamaran, menyiapkan dokumen, dan berkomunikasi dengan crewing juga ikut menentukan apakah kamu terlihat serius atau asal mencari kapal.
Kanal yang bisa dipakai
• Departemen Prala atau career center institusi pendidikan.
• Perusahaan/crewing agent yang bekerja sama dengan institusi.
• Rekomendasi senior atau alumni yang sudah berlayar.
• Direct apply ke perusahaan pelayaran jika ada kontak resmi.
• Platform lowongan seperti Daily Loker Pelaut Vacancy jika ada posisi cadet yang dibuka.
Baca Juga : Cara Melamar Lowongan Pelaut Lewat WhatsApp Dengan Sopan & Profesional
Contoh chat apply WhatsApp – Bahasa Indonesia

Contoh chat apply – English Simple

Kesalahan Umum Saat Apply Kapal Praktek
❌ Mengirim chat terlalu singkat: “Saya mau praktek, ada kapal?” tanpa data apa pun.
❌ Tidak menyebut institusi pendidikan.
❌ CV belum rapi atau belum mencantumkan status dokumen.
❌ Scan dokumen blur, gelap, atau tidak bisa dibuka.
❌ Tidak memastikan apakah penempatan bisa diakui untuk Prala.
❌ Follow up terlalu cepat dan terlalu sering.
❌ Mengirim lamaran ke semua lowongan tanpa membaca requirement.
Career Roadmap : Dari Deck Cadet ke Nahkoda
Catatan penting
Roadmap ini adalah gambaran umum, bukan pengganti aturan resmi. Syarat sea service, ukuran/jenis kapal, jenjang sertifikat ANT/COC, dan prosedur upgrade bisa berubah atau berbeda tergantung regulasi terbaru, institusi, jenis kapal, dan perusahaan. Selalu cek ke institusi pendidikan dan ketentuan resmi yang berlaku.
Secara umum, jalur karier perwira dek bisa dibayangkan seperti ini:
Yang menentukan cepat atau lambat bukan hanya sertifikat. Attitude, sea service yang konsisten, reputasi, kemampuan teknis, kemampuan komunikasi bahasa Inggris, dan cara kamu menjelaskan pengalaman saat interview juga sangat berpengaruh.
Jenis Kapal Untuk Prala Dek : Mana yang Lebih Baik
Tidak ada jenis kapal yang selalu “paling baik” untuk semua cadet. Setiap jenis kapal punya kelebihan dan tantangan. Yang penting adalah memastikan kapal tersebut sesuai untuk kebutuhan Prala kamu dan memberi exposure yang cukup.

Checklist Sebelum Naik Kapal Pertama
✅ Buku Pelaut sudah aktif atau prosesnya jelas.
✅ BST valid dan tidak mendekati expired.
✅ Medical certificate valid sesuai requirement.
✅ SID aktif jika diminta.
✅ Paspor valid jika kapal internasional.
✅ TRB sudah diterima dari institusi dan sudah kamu baca sekilas.
✅ Surat pengantar Prala sudah tersedia.
✅ Joining instruction, port of embarkation, dan PIC perusahaan/agen sudah jelas.
✅ Wearpack, safety shoes, sarung tangan, dan perlengkapan pribadi sudah disiapkan.
✅ Buku catatan kecil dan alat tulis siap dibawa ke anjungan dan dek.
✅ Backup digital semua dokumen sudah disimpan di cloud/email.
✅ Keluarga tahu nama kapal, perusahaan, pelabuhan keberangkatan, dan kontak darurat.
Setelah Prala : Tantangan Berikutnya Adalah Interview
Banyak Deck Cadet berpikir bahwa setelah masa Prala selesai, tantangan terbesarnya sudah lewat. Padahal setelah kembali dari kapal, kamu akan masuk fase baru: menyusun CV, mengurus dokumen, menunggu peluang, dan mulai menghadapi interview untuk posisi pertama sebagai junior officer atau 3rd Officer.
Di tahap ini, pengalaman Prala saja belum cukup. Kamu harus bisa menjelaskan pengalaman itu dengan jelas. Recruiter atau user tidak hanya ingin tahu kamu pernah naik kapal. Mereka ingin tahu apa yang benar-benar kamu pelajari di anjungan dan di dek.
Yang Biasanya Ingin Dilihat Recruiter
Di sinilah banyak cadet dan junior officer mulai kesulitan. Bukan karena tidak punya pengalaman, tetapi karena belum terbiasa mengubah pengalaman di kapal menjadi jawaban interview yang rapi, jelas, dan meyakinkan.
Karena alasan itu, Daily Loker Pelaut menyusun Interview Mastery for Seafarers sebagai panduan untuk membantu pelaut menyiapkan jawaban interview yang lebih terstruktur, mulai dari level junior.
Prala jangan dijalani sekadar formalitas
Hari ini kamu mungkin hanya ikut lookout, bantu mooring, atau mencatat posisi kapal. Tapi beberapa bulan atau tahun lagi, pengalaman kecil itu bisa berubah menjadi jawaban interview yang kuat – kalau kamu benar-benar paham apa yang kamu kerjakan. Selama Prala, jangan cuma kejar tanda tangan TRB. Catat pengalamanmu, pahami alasannya, dan tanyakan logika di balik setiap pekerjaan.
Kalau kamu sedang mencari lowongan pelaut yang informasinya lebih rapi dan mudah dibaca, kamu bisa cek Daily Loker Pelaut Vacancy :
Tetap baca detail lowongan, pahami requirement, dan pastikan dokumen kamu sesuai sebelum apply.
FAQ












Prala bukan sekadar syarat kampus. Prala adalah masa membangun fondasi sebagai calon perwira dek. Kapal pertama kamu mungkin tidak sempurna. Bisa saja kapalnya kecil, rutenya lokal, pekerjaannya berat, atau tidak sesuai bayangan awal. Tapi kalau penempatannya jelas, TRB berjalan, masa layar diakui, dan kamu benar-benar belajar, kapal itu tetap bisa menjadi awal yang baik. Cadet dek yang pulang dengan TRB rapi, catatan belajar yang jelas, attitude yang baik, pengalaman watchkeeping, pemahaman mooring, dan hubungan profesional dengan crew akan jauh lebih siap menghadapi tahap berikutnya. Jangan hanya mengejar selesai Prala. Kejar pemahaman. Karena beberapa bulan atau tahun lagi, pengalaman kecil seperti lookout, mooring, cargo watch, atau mencatat posisi kapal bisa menjadi jawaban interview yang kuat – kalau kamu benar-benar paham apa yang kamu kerjakan. Mulai kapal pertama dengan cara yang benar. Fondasi yang kamu bangun sebagai Deck Cadet akan ikut menentukan kualitas kamu saat nanti dipercaya menjadi perwira dek.
Banyak pelaut punya pengalaman bagus, tapi belum terbiasa menjawab interview dengan rapi. Buku Interview Mastery untuk Pelaut bisa jadi teman latihan sebelum kamu dipanggil interview.
Lihat Buku