All About AB Pelaut

Banyak pelaut mengira posisi AB itu mudah dimasuki. “Yang penting sudah punya BST, buku pelaut, dan pengalaman deck sedikit, pasti bisa apply.” Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Posisi AB justru salah satu posisi yang paling ramai pelamar. Hampir setiap lowongan AB bisa masuk puluhan bahkan ratusan CV, terutama kalau kapalnya overseas, gajinya menarik, atau joining-nya urgent. Masalahnya, banyak pelamar AB bukan gagal karena tidak bisa kerja. Mereka gagal karena CV kurang rapi, dokumen tidak siap, pengalaman tidak sesuai, atau cara apply-nya tidak meyakinkan recruiter. Artikel ini akan bahas secara praktis: apa tugas AB di kapal, sertifikat yang sering diminta, pengalaman yang dicari crewing, kesalahan umum saat apply, sampai contoh chat WhatsApp yang lebih profesional.

AB adalah singkatan dari Able Seaman. Dalam dunia kapal, AB termasuk rating di deck department yang biasanya sudah punya pengalaman kerja deck lebih matang dibanding OS atau Ordinary Seaman.

Di beberapa jenis kapal, terutama kapal kecil, tug boat, atau offshore vessel, posisi ini juga bisa disebut Deckhand. Istilahnya bisa berbeda antar perusahaan, tetapi secara umum perannya sama: membantu operasional deck, watchkeeping, maintenance, dan pekerjaan safety di atas kapal. Singkatnya, AB adalah salah satu tenaga utama di deck. Kalau ada pekerjaan mooring, chipping, painting, lookout, cargo watch, atau perawatan alat deck, AB biasanya termasuk orang yang paling sering terlibat langsung

AB bukan posisi yang sepenuhnya entry-level. Banyak perusahaan mencari kandidat AB yang sudah punya pengalaman deck, paham mooring operation, familiar dengan watchkeeping, dan bisa bekerja aman dalam tim. Untuk pelaut yang masih sangat baru, jalur yang umum biasanya dimulai dari OS, deck rating, atau posisi lain yang sesuai dengan sertifikat dan pengalaman. Setelah punya sea service yang cukup, skill deck yang terbukti, dan dokumen yang valid, peluang naik atau apply sebagai AB akan lebih terbuka.
Jadi kalau kamu masih pemula, jangan langsung berkecil hati. Tapi juga jangan asal apply AB kalau requirement lowongan meminta pengalaman yang belum kamu punya. Lebih baik bangun pengalaman secara bertahap dan rapikan dokumen dari awal.

Ada satu cerita yang cukup membekas bagi kami di Daily Loker Pelaut.

Cerita seperti ini penting, terutama untuk pelaut rating yang kadang merasa jenjang kariernya terbatas. AB bukan akhir dari perjalanan. Bagi sebagian pelaut, AB justru bisa menjadi batu loncatan penting menuju jenjang yang lebih tinggi. Tentu jalurnya tidak instan. Butuh waktu, biaya, disiplin, sea service yang rapi, dokumen yang lengkap, dan keberanian untuk sekolah lagi. Tapi kalau dijalani dengan konsisten, pelaut yang memulai dari rating tetap bisa punya jenjang karier yang kuat dan bersaing dengan perwira lain.
Jadi kalau kamu saat ini masih AB, jangan hanya berpikir “yang penting dapat kapal”. Pikirkan juga langkah berikutnya. Rapikan sea service, jaga reputasi. belajar english dasar, pahami safety, catat pengalaman kerja. Dan kalau memang punya target naik jenjang, mulai cari informasi tentang jalur pendidikan, sertifikasi, dan upgrade yang sesuai.

Tugas AB bisa berbeda tergantung jenis kapal, ukuran kapal, trading area, perusahaan dan sistem kerja di atas kapal. Tapi secara umum, pekerjaan AB berkaitan dengan operasional deck, watchkeeping, maintenance dan safety.

1. Deck Operation

📌Membantu mooring dan unmooring saat kapal sandar atau lepas sandar.

📌Membantu anchor operation sesuai instruksi officer dan bosun.

📌Terlibat dalam cargo watch atau cargo operation sesuai jenis kapal.

📌Menyiapkan dan merapikan alat kerja deck setelah operasi selesai.

📌Membantu pekerjaan rigging, lifting, atau handling equipment jika dibutuhkan.

2. Watchkeeping

📌Melakukan lookout saat bridge watch.

📌Membantu helmsman atau steering jika diperintahkan dan qualified.

📌Melakukan forward atau stern watch saat kapal manuver.

📌Melaporkan kondisi tidak normal kepada officer jaga.

3. Maintenance Deck

📌Chipping, scraping, painting, dan perawatan struktur deck.

📌Greasing atau pelumasan peralatan deck tertentu.

📌Merawat mooring rope, wire, dan alat bantu deck lainnya.

📌Membantu perawatan lifeboat, life-saving appliances, dan fire-fighting equipment sesuai instruksi.

4. Safety

📌Mengikuti emergency drill dan muster.

📌Memahami basic safety procedure di kapal.

📌Menggunakan PPE dengan benar saat bekerja.

📌Membantu penerapan permit to work jika terkait pekerjaan deck tertentu.

Catatan
Pekerjaan AB di tanker, bulk carrier, container, tug boat, offshore vessel, dan general cargo bisa berbeda. Di tanker, misalnya, awareness terhadap cargo operation dan safety area lebih sensitif. Di bulk carrier, pekerjaan hold cleaning dan maintenance bisa lebih dominan. Jadi jangan hanya tahu jabatan AB, pahami juga jenis kapal yang kamu lamar.

Recruiter tidak hanya melihat nama jabatan di CV. Mereka juga ingin tahu apakah kandidat benar-benar punya skill kerja deck yang dibutuhkan di kapal.

  1. Mooring operation : paham line handling, snap-back zone, komunikasi saat sandar, dan cara kerja aman di area mooring.
  2. Watchkeeping : bisa menjadi lookout yang baik dan paham cara melaporkan situasi kepada officer.
  3. Steering: familiar dengan perintah steering dasar jika pernah bertugas sebagai helmsman.
  4. Deck maintenance : terbiasa dengan chipping, painting, greasing, dan perawatan alat deck.
  5. Safety awareness : paham penggunaan PPE, drill, permit to work, dan basic emergency response.
  6. Teamwork : bisa bekerja dengan bosun, officer, dan rating lain tanpa banyak konflik.
  7. Basic English command: terutama untuk kapal overseas atau mixed crew.

Kalau kamu punya skill di atas, pastikan itu terlihat di CV dan bisa kamu jelaskan saat interview. Jangan hanya menulis “hard worker” atau “ready to work under pressure”. Recruiter butuh informasi yang lebih konkret.

Tidak ada satu daftar dokumen yang berlaku mutlak untuk semua kapal. Requirement bisa berbeda tergantung perusahaan, flag, jenis kapal, trading area, dan aturan internal manning agency. Tapi secara umum, beberapa dokumen berikut sering diminta untuk posisi AB.

Dokumen Dasar yang Umumnya Diminta
✅ Buku Pelaut / Seaman Book yang masih aktif dan sea service terisi rapi.
✅ SID atau identitas pelaut sesuai ketentuan yang berlaku.
✅ BST atau Basic Safety Training yang masih valid.
✅ Medical Certificate / MCU dari klinik, dokter, atau rumah sakit yang diakui DIPERLA.
✅ Sertifikat STCW dasar lain yang relevan dan masih valid.
✅ Passport aktif jika lowongan membutuhkan joining overseas.
Sertifikat Tambahan yang Bisa Meningkatkan Nilai
✅ PSCRB atau survival craft/rescue boat jika diminta.
✅ AFF atau Advanced Fire Fighting jika relevan.
✅ Security Awareness atau security-related certificate.
✅ Tanker familiarization jika apply ke tanker.
✅ HUET/BOSIET jika apply ke offshore, tergantung requirement perusahaan.

Untuk beberapa lowongan overseas, recruiter bisa meminta dokumen tambahan sesuai flag, principal, atau jenis kapal. Karena itu, selalu baca requirement lowongan. Jangan asumsikan bahwa satu paket dokumen otomatis cukup untuk semua kapal.

Saat melihat CV AB, crewing biasanya akan memperhatikan sea service record. Dari situ mereka bisa membaca jenis kapal, durasi pengalaman, gap, dan kecocokan kandidat dengan lowongan.

Yang Dicari CrewingKeterangannya
Sea service yang jelas Nama kapal, jenis kapal, flag, GT, perusahaan, sign on, sign off harus tertulis jelas.
Jenis kapal yang relevanPengalaman di jenis kapal yang sama dengan lowongan lebih kuat.
Kontrak diselesaikan dengan baikKandidat yang selesai kontrak lebih dipercaya. Siapkan penjelasan jika ada gap.
Pengalaman mixed crew/overseasRiwayat mixed crew, english dasar dan standar internasional jadi nilai tambah.
Referensi kerjaReferensi dari officer, bosun atau captain bisa menambah kepercayaan.

AB dibutuhkan di banyak jenis kapal. Namun kondisi kerja, requirement dan peluangnya bisa berbeda.

Jenis KapalKarakteristik untuk AB
Bul CarrierBanyak membuka posisi deck rating, cocok yang punya pengalaman cargo / maintenance deck
Container ShipKompetitif dan biasanya membutuhkan pengalaman yang lebih solid
TankerButuh awareness tinggi terhadap cargo, safety dan area berisiko. Sertifikat tambahan bisa diminta
Tug BoatBanyak peluang lokal, tetapi tetap membutuhkan kemampuan deck yang aman dan disiplin
General CargoCukup fleksibel dan banyak ditemukan di rute regional
Offshore Vessel / PSV / OSVBisa menawarkan peluang bagus, tetapi sering meminta sertifikat offshore tertentu
Passenger / FerryMembutuhkan kedisiplinan, safety awareness dan kemampuan bekerja dengan ritme padat

Jangan hanya lihat posisi AB-nya. Lihat juga jenis kapal, requirement, area operasi, joining date dan dokumen yang diminta.

Ini bagian yang sering membuat kandidat tidak diproses, walaupun sebenarnya punya pengalaman kerja.

  1. Apply tanpa membaca requirement
    Misalnya lowongan meminta AB pengalaman tanker, tetapi kamu apply dengan pengalaman tug boat tanpa menjelaskan relevansinya. Recruiter biasanya akan memprioritaskan kandidat yang lebih sesuai.
  2. CV tidak rapi
    CV yang terlalu penuh, foto blur, tanggal sea service tidak jelas, atau format berantakan membuat recruiter sulit membaca profil kamu dengan cepat.
  3. Dokumen expired atau hampir expired
    Kalau BST, medical, passport, atau dokumen penting lain sudah expired, peluang diproses akan turun. Jangan tunggu recruiter yang menemukan masalah itu. Cek sendiri sebelum apply.
  4. File dokumen tidak jelas
    Scan dokumen blur, foto gelap, ukuran file terlalu besar, atau nama file acak membuat proses screening lebih lambat.
  5. Chat apply terlalu singkat
    Pesan seperti “Min info AB” atau “Saya mau daftar” tanpa data diri, pengalaman, dan CV terlihat kurang profesional.
  6. Follow up terlalu agresif
    Follow up boleh, tetapi jangan spam. Beri jeda yang wajar dan gunakan kalimat sopan.

Beberapa hal berikut bisa membuat recruiter berhenti membaca CV kamu atau menundah proses :

⚠️ Sea service di CV tidak sama dengan buku pelaut
⚠️ Ada gap panjang tanpa penjelasan yang jelas
⚠️ Dokumen banyak yang expired
⚠️ Kandidat tidak bisa menjelaskan pengalaman terakhir saat interview
⚠️ Riwayat sering sign off sebelum kontrak selesai tanpa alasan yang kuat
⚠️ Pesan apply tidak sopan atau terlalu memaksa
⚠️ File CV dan dokumen sulit dibuka

Bukan berarti kamu langsung gagal kalau punya salah satu masalah di atas. Tapi kalau ada red flag, kamu harus siap menjelaskan dengan jujur dan rapi.

CV pelaut tidak perlu terlalu ramai. Yang penting jelas, lengkap, dan mudah dibaca crewing.

Yang wajib ada di CV AB

🖊️Nama lengkap, nomor WhatsApp aktif, dan email aktif.

🖊️Rank yang dilamar: AB / Able Seaman.

🖊️Foto formal yang jelas, bukan selfie.

🖊️Sea service dari pengalaman terbaru ke lama.

🖊️Nama kapal, jenis kapal, flag, GT, perusahaan, sign on, sign off, dan jabatan.

🖊️Daftar sertifikat beserta tanggal berlaku/expired.

🖊️Ketersediaan join, misalnya ASAP atau tanggal tertentu.

🖊️Referensi kerja jika ada dan layak dicantumkan.

Tips agar CV lebih enak dibaca

🖊️Gunakan format yang bersih, jangan terlalu banyak warna.

🖊️Urutkan pengalaman dari yang paling baru.

🖊️Tulis jenis kapal secara spesifik, bukan hanya “cargo”.

🖊️Jika punya pengalaman overseas atau mixed crew, highlight secara wajar.

🖊️Simpan CV dalam format PDF dengan nama file yang jelas.

Interview AB biasanya tidak serumit officer interview, tetapi tetap butuh persiapan. Recruiter ingin tahu apakah kamu benar-benar pernah bekerja di deck, paham safety, dan bisa mengikuti instruksi dengan baik.

Pertanyaan yang sering muncul

❓Ceritakan pengalaman terakhir kamu di kapal.

❓Apa tugas kamu saat mooring operation?

❓Apa yang harus diperhatikan saat bekerja di area mooring?

❓Apakah kamu pernah menjadi lookout atau helmsman?

❓Apa yang kamu lakukan jika ada man overboard?

❓Kenapa kamu sign off dari kapal terakhir?

❓Kapan kamu siap join?

Cara menjawab yang lebih aman

❓Jawab berdasarkan pengalaman nyata, bukan hafalan kosong.

❓Kalau tidak tahu, jangan mengarang. Jawab jujur dan tunjukkan kemauan belajar.

❓Jangan menjelekkan kapal atau perusahaan sebelumnya.

❓Tunjukkan bahwa kamu paham safety dan bisa bekerja dalam tim.

❓Gunakan English sederhana jika interview dilakukan dalam English.

Catatan kecil : interview dimulai sebelum kamu dipanggil
Banyak pelaut sebenarnya punya pengalaman yang cukup, tapi saat interview mereka kesulitan menjelaskan apa yang pernah dikerjakan di kapal. Bukan karena tidak bisa kerja, tapi karena belum terbiasa merapikan cerita pengalaman menjadi jawaban yang jelas.
Di Daily Loker Pelaut, hal seperti ini juga yang menjadi alasan kami menyusun buku Interview Mastery untuk Pelaut. Buku itu bukan pengganti pengalaman di kapal dan bukan jaminan diterima kerja. Fungsinya lebih sederhana: membantu pelaut melatih cara menjelaskan pengalaman, safety, mooring, watchkeeping, alasan sign off, dan kesiapan kerja dengan lebih tenang saat interview.
Jadi kalau kamu sedang membangun karier sebagai AB, jangan tunggu dipanggil interview baru belajar bicara. Mulai dari sekarang: catat pengalamanmu, pahami pekerjaanmu, dan latih cara menjelaskannya dengan bahasa yang rapi dan profesional.

Cara kamu menghubungi recruiter bisa menentukan kesan pertama. Tidak perlu panjang, tapi harus jelas.

Versi Bahasa Indonesia

Versi Bahasa Inggris

✅ Baca detail lowongan sampai selesai.
✅ Pastikan rank dan pengalaman sesuai requirement.
✅ Cek masa berlaku BST, medical, passport, dan dokumen utama lain.
✅ Pastikan buku pelaut aktif dan sea service terbaca jelas.
✅ Update CV terakhir dalam format PDF.
✅ Scan dokumen jelas, tidak blur, dan mudah dibuka.
✅ Siapkan kalimat apply WhatsApp yang sopan dan informatif.
✅ Jangan apply ke semua lowongan tanpa filter.

Sedang Cari Lowongan AB ?
Cek lowongan terbaru yang sudah dirapikan di:
vacancy.dailylokerpelaut.com
Baca requirement nya pelan-pelan dan cocokkan dengan dokumen, pengalaman serta availability kamu.

Baca, simpan, dan share ke teman pelaut lain yang membutuhkan.

Ingin Lebih Siap Saat Interview?

Banyak pelaut punya pengalaman bagus, tapi belum terbiasa menjawab interview dengan rapi. Buku Interview Mastery untuk Pelaut bisa jadi teman latihan sebelum kamu dipanggil interview.

Lihat Buku