Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Ketika nama ISM Code disebut, sebagian pelaut langsung berpikir “Ah, itu urusan perusahaan. Bukan urusan saya.” Padahal ISM Code dan Safety Management System yang lahir darinya bersentuhan langsung dengan pekerjaan crew di kapal. Dari cara menjalankan permit to work, mengikuti drill, mengisi log book, sampai cara menyampaikan kondisi tidak aman. Masalahnya, banyak pelaut tidak pernah dijelaskan dengan bahasa yang sederhana. ISM Code terasa seperti dokumen audit. SMS terasa seperti tumpukan prosedur. DPA terdengar seperti nama jabatan yang hanya muncul saat kapal punya masalah besar.
Artikel ini membahas ISM Code dari sudut pandang crew: apa artinya untuk kamu, apa yang sebaiknya kamu tahu, dan bagaimana kamu bisa menjadi bagian aktif dari sistem safety di kapal.
Catatan Daily Loker Pelaut
Artikel ini bukan ajakan untuk mencari kesalahan kapal atau melawan atasan. Tujuannya adalah membantu pelaut memahami cara kerja sistem safety secara profesional. Safety culture yang sehat butuh dua sisi: perusahaan yang menjalankan SMS dengan serius, dan crew yang berani bertanya, mencatat, dan melapor dengan cara yang benar.
ISM Code paling berguna sebelum masalah terjadi. Tujuannya bukan membuat pekerjaan lebih lambat, tetapi membuat risiko lebih terkontrol.
Apa Itu ISM Code ?
ISM Code adalah International Safety Management Code, standar internasional yang ditetapkan IMO sebagai bagian dari SOLAS Chapter IX. Secara sederhana, ISM Code dibuat agar perusahaan pelayaran dan kapal punya sistem manajemen keselamatan yang jelas, tertulis dan bisa diaudit. Dari ISM Code lahir Safety Management System atau SMS: kumpulan kebijakan, prosedur, tanggung jawab, dan mekanisme pelaporan terkait keselamatan kapal serta perlindungan lingkungan laut. Secara umum, ISM Code berlaku untuk banyak kapal komersial yang beroperasi secara internasional, terutama kapal 500 GT ke atas dan passenger ship sesuai ketentuan SOLAS dan flag state.

Dua dokumen penting dari ISM Code :
📌DOC (Document of Compliance) dokumen perusahaan yang menunjukkan kepatuhan terhadap ISM.
📌SMC (Safety Management Certificate) dokumen kapal yang menunjukkan SMS diterapkan di kapal.
Jika SMC bermasalah atau expired, kapal bisa mendapat temuan serius saat audit atau PSC inspection. Crew ikut terdampak karena operasional kapal bisa terganggu.
Apa Itu SMS dan Kaitannya dengan Crew ?
SMS atau Safety Management System adalah sistem tertulis yang menjadi panduan keselamatan di kapal. Tetapi SMS seharusnya bukan hanya dokumen di lemari. Di kapal yang dikelola dengan serius, SMS dipakai untuk memandu pekerjaan sehari-hari.
Empat Elemen SMS yang paling bersentuhan dengan crew :
| 📋 Safety Policy Komitmen perusahaan terhadap keselamatan. Crew perlu tahu prinsipnya, bukan hanya manajemen | 🎯 Responsibilities & Authorities Siapa bertanggung jawab atas apa dari Master, officer, rating, sampai shore management |
| 📖 Procedures for Safe Operations Prosedur untuk pekerjaan rutin dan berisiko: enclosed space, mooring, cargo, hot work, lifting | 🚨 Emergency Preparedness Muster list, drill, fire plan, abandon ship, oil spill response, dan rencana darurat lainnya |
Sebagai crew, kamu tidak harus menghafal seluruh isi SMS. Yang penting, kamu tahu di mana SMS disimpan, prosedur mana yang relevan dengan pekerjaanmu, dan ke siapa harus bertanya jika belum paham.
Pertanyaan praktis saat sign on :
“Chief/Master, SMS kapal ada di mana? Saya mau baca prosedur untuk pekerjaan di bagian saya.”
SMS yang Berjalan vs SMS yang Hanya Formalitas
Ini realita yang perlu diakui: tidak semua kapal menjalankan SMS dengan tingkat kedisiplinan yang sama. Ada kapal yang prosedurnya hidup dan dipakai. Ada juga kapal yang SMS-nya lengkap, tapi hanya dibuka saat audit atau inspection.
| ✔️ SMS yang Berjalan Crew tahu di mana SMS disimpan dan prosedur relevan pernah dijelaskan. Prosedur kerja diikuti karena dipahami, bukan hanya karena ada inspection. Near-miss report diterima sebagai bahan perbaikan. Drill dilakukan serius dan ada evaluasi. Officer memberi contoh penggunaan PPE dan prosedur kerja aman. | ⚠️ SMS yang Hanya Formalitas SMS ada di lemari atau komputer, tapi jarang dibuka crew. Prosedur baru dijalankan saat PSC atau auditor naik kapal. Near-miss dianggap membuat repot atau mencari masalah. Drill hanya untuk tanda tangan dan catatan log book. Crew diminta patuh, tapi contoh dari atas tidak konsisten |
Cara membaca safety culture kapal : lihat bagaimana familiarisasi dan drill dilakukan di awal kamu sign on. Kalau semuanya hanya tanda tangan cepat tanpa penjelasan, itu sinyal bahwa kamu perlu lebih aktif bertanya dan mencatat prosedur yang relevan.
SMS yang Berjalan vs SMS yang Hanya Formalitas
Beberapa kesalahan ini sering terjadi karena ISM Code dianggap terlalu jauh dari pekerjaan harian crew.
❌ Menganggap SMS hanya dokumen audit, bukan panduan kerja.
❌ Tanda tangan familiarisasi tanpa benar-benar paham isinya.
❌ Ikut drill hanya untuk absen, bukan untuk belajar.
❌ Tidak melaporkan near-miss karena takut disalahkan.
❌ Melakukan pekerjaan berisiko tanpa memastikan permit.
❌ Menganggap DPA hanya urusan Captain dan kantor.
❌ Baru membaca prosedur setelah ada insiden atau PSC inspection.
DPA : Penghubung Kapal dan Darat
DPA atau Designated Person Ashore adalah orang yang ditunjuk perusahaan sebagai jalur komunikasi antara kapal dan manajemen darat terkait keselamatan dan perlindungan lingkungan. Dalam sistem ISM, DPA seharusnya memiliki akses ke level manajemen yang cukup untuk memastikan isu safety mendapat perhatian.
Cara bertanya kontak DPA dengan sopan saat sign on :
“Captain/Chief, untuk jalur komunikasi safety ke darat jika ada isu serius, kontak DPA bisa saya lihat di bagian mana dalam SMS?”
MLC 2006 mengatur mekanisme keluhan dan perlindungan pelaut dalam menyampaikan complaint melalui jalur resmi. Concern safety sebaiknya disampaikan dengan bahasa profesional, bukti yang faktual, dan mengikuti prosedur yang berlaku di kapal dan perusahaan.
Baca Juga : Panduan MLC 2006 Untuk Pelaut Indonesia

Drill : Bukan Formalitas, Ini Latihan Nyata
Drill bukan sekadar agenda bulanan atau tanda tangan di log book. Drill adalah latihan supaya crew tahu peran masing-masing saat kondisi darurat benar-benar terjadi. Frekuensi drill dapat berbeda tergantung jenis kapal, flag, SMS perusahaan, dan regulasi yang berlaku. Tabel di bawah hanya gambaran umum yang sering ditemukan di kapal.
| Jenis Dril | Gambaran Umum | Yang Perlu Diperhatikan Crew |
| Fire & Abandon Ship Drill | Umumnya berkala sesuai SOLAS/SMS | Tahu muster station, peran, alat dan rute evakuasi |
| Man Overboard (MOB) | Dilakukan sesuai SMS dan kebutuhan operasi | Pahami cara melapor, alat penyelamat dan peran saat rescue |
| Emergency Steering | Sering dijadwalkan berkala di kapal tertentu | Tahu siapa yang terlibat dan bagaimana komunikasi berjalan |
| SOPEP / Oil Spill | Relevan terutama berkala di kapal berisiko polusi minyak | Pahami lokasi SOPEP locker, peralatan dan komunikasi awal |
| Familiarisasi Crew Baru | Saat sign on sebelum crew mulai bekerja penuh | Jangan hanya tanda tangan minta penjelasan jika belum pulang |
Yang seharusnya terjadi dalam drill yang baik :
🖊️Semua crew tahu muster station, peran, dan tanggung jawab spesifiknya.
🖊️Peralatan yang dipakai benar-benar dicek kondisinya, bukan hanya disebutkan.
🖊️Ada evaluasi setelah drill: apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki.
🖊️Crew baru mendapat familiarisasi sebelum ikut drill, bukan langsung disuruh tanda tangan.
Catatan drill mencerminkan kegiatan nyata, bukan hanya formalitas.
Near-Miss Report
Near-miss adalah kejadian yang hampir menjadi insiden, tetapi berhasil dihindari. Contohnya tali mooring yang nyaris putus, crew hampir terpeleset, atau alat hampir jatuh ke deck. Dalam SMS yang serius, near-miss adalah data penting. Dari near-miss, kapal bisa belajar sebelum ada korban, kerusakan, atau delay operasi.
| Kondisi | Dampak ke Safety Culture |
| Near-miss tidak dilaporkan | Risiko yang sama terus ada dan kemungkinan insiden lebih besar meningkat |
| Pelapor disalahkan | Crew jadi takut lapor dan manajemen kehilangan data risiko nyata |
| Near-miss dilaporkan | Risiko bisa dipelajari, prosedur bisa diperbaiki dan insiden serupa bisa dicegah |
| Pelapor didengar | Crew lebih percaya sistem dan safety culture menjadi lebih kuat |
Kenapa crew enggan lapor near-miss :
ISM Code mewajibkan memiliki prosedur untuk laporan near-miss. Jika kapal tidak punya form atau jalur yang jelas, itu sendiri adalah temuan yang perlu ditindaklanjuti
Permit to Work
Permit to Work atau PTW adalah sistem kontrol sebelum pekerjaan berisiko tinggi dimulai. Di banyak kapal, PTW menjadi bagian dari SMS. Pekerjaan yang biasanya membutuhkan PTW: enclosed space entry, hot work, pekerjaan di ketinggian, pekerjaan listrik, pekerjaan dengan bahan berbahaya, atau pekerjaan yang dapat mempengaruhi keselamatan kapal.
Yang seharusnya ada dalam PTW yang benar :
Kalimat aman yang bisa dipakai crew :
“Chief/Bos, untuk pekerjaan ini apakah permit sudah ready ? Saya mau pastikan prosedurnya aman sebelum mulai.”
Familiarisasi : Yang Paling Sering Dianggap Formalitas
ISM Code menuntun perusahaan dan kapal memastikan crew baru familiar dengan prosedur keselamatan yang relevan. Familiarisasi bukan sekedar tanda tangan checklist.
| Bagian Familiarisasi | Yang Perlu Kamu Pahami |
| Tour Kapal | Layout, area berisiko, lokasi fire extinguisher, liferaft, muster station, emergency exits |
| Emergency Equipment | Peralatan yang berhubungan dengan tugas kamu keadaan darurat |
| Muster List | Peranmu dalam skenario fire, abandon ship, man overboard dan emergency lain |
| Prosedur Kapal | Jam kerja, safety policy, PTW, reporting, alcohol/drug policy dan jalur komunikasi |
| SMS Kapal | Di mana disimpan dan prosedur apa yang relevan dengan departemen kamu |
ISM Audit dan PSC Inspection : Relevansi Untuk Crew
Audit dan PSC inspection bukan hanya memeriksa dokumen. Inspector bisa bertanya langsung kepada crew: apakah kamu tahu muster station, tugas saat emergency, prosedur kerja, rest hour record, atau jalur pelaporan near-miss.
Yang sering diperiksa terkait ISM/SMS :
📌Apakah crew tahu di mana SMS dan memahami prosedur yang relevan.
📌Apakah drill dilakukan dan dicatat dengan benar.
📌Apakah near-miss dan incident report berjalan.
📌Apakah PTW digunakan untuk pekerjaan berisiko.
📌Apakah rest hour records sesuai dan tidak sekadar formalitas.
📌Apakah peralatan keselamatan dalam kondisi siap pakai.
📌Apakah crew baru mendapat familiarisasi yang cukup.
Dampak temuan serius :
Temuan bisa menjadi deficiency atau bahkan detention jika risikonya serius. Crew ikut terdampak karena jadwal berubah, kapal delay, dan tekanan operasional meningkat. Temuan PSC sering berasal dari kondisi yang crew sebenarnya sudah tahu ada masalahnya, tapi tidak pernah dilaporkan.
Peran Aktif Crew Dalam ISM Code
ISM Code bukan sistem yang hanya bisa dijalankan dari atas. Crew yang aktif adalah bagian penting dari sistem itu bekerja. Ini bukan soal melawan atasan atau mencari masalah. Ini soal membuat kapal lebih aman untuk semua orang di dalamnya.
🖊️Baca SMS yang relevan dengan pekerjaanmu
Minimal prosedur untuk pekerjaan rutin dan darurat di area kamu. Tidak harus baca semuanya, tapi tahu di mana mencarinya saat dibutuhkan.
🖊️ Ikuti drill dengan serius
Drill bukan waktu istirahat dengan seragam emergency. Manfaatkan untuk benar-benar tahu apa yang harus dilakukan saat kondisi darurat terjadi.
🖊️Laporkan near-miss tanpa menunggu jadi insiden
Gunakan bahasa faktual dan tidak menyalahkan individu. Laporan near-miss yang baik fokus pada kondisi atau prosedur yang perlu diperbaiki.
🖊️Tanyakan permit sebelum pekerjaan berisiko dimulai
Kamu tidak harus tahu semua prosedur. Tapi kamu berhak tanya apakah prosedur sudah dijalankan sebelum kamu mulai bekerja.
🖊️Gunakan PPE dengan benar, bukan hanya saat ada yang melihat
PPE yang tidak dipakai dengan benar tidak melindungi siapapun. Dan kebiasaan ini mempengaruhi budaya kerja seluruh kapal.
ISM Code Juga Sering Muncul Saat Interview
Bagi pelaut yang sedang naik level, ISM Code bukan hanya penting saat bekerja di kapal. Topik ini juga sering muncul saat interview, terutama untuk posisi officer, engineer, atau crew yang terlibat langsung dalam pekerjaan berisiko.
Pertanyaan interview yang sering terkait ISM :
📖 Interview Mastery untuk Pelaut
ISM Code juga sering muncul saat interview. Untuk berlatih menjawab pertanyaan
teknis, safety, dan HR dengan lebih percaya diri:
id.shp.ee/4gcnMgPc
Checklist : Yang Perlu Kamu Cek Saat Sign On Terkait SMS
✅ Tahu di mana SMS kapal disimpan dan bagaimana mengaksesnya.
✅ Tahu muster station dan peran kamu dalam setiap skenario darurat.
✅ Tahu jalur komunikasi safety di kapal dan ke darat, termasuk DPA sesuai prosedur SMS.
✅ Tahu prosedur kerja untuk tugas sehari-hari di departemenmu.
✅ Tahu bagaimana cara melaporkan near-miss di kapal ini.
✅ Tahu prosedur PTW untuk pekerjaan berisiko di area kamu.
✅ Sudah mendapat familiarisasi kapal yang cukup sebelum mulai bekerja.
✅ Tahu lokasi peralatan keselamatan utama di kapal
Sedang Mencari Lowongan Pelaut ?
Cek lowongan terbaru yang sudah dirapikan :
vacancy.dailylokerpelaut.com
Latihan pengetahuan safety dan maritime harian :
academy.dailylokerpelaut.com
FAQ










ISM Code bukan regulasi yang jauh dari kehidupan crew. Itu adalah kerangka sistem yang seharusnya membuat pekerjaan di kapal lebih aman, lebih terstruktur, dan lebih terlindungi.
Pelaut yang paham cara kerjanya bukan hanya lebih siap saat audit atau inspeksi. Mereka lebih siap menghadapi kondisi darurat, lebih tahu cara menyampaikan concern, dan lebih mampu berkontribusi pada kapal yang lebih aman. Safety yang baik dibangun oleh semua pihak: manajemen yang serius, officer yang memberi contoh, dan crew yang aktif dalam sistem. ISM Code adalah kerangkanya. Crew yang paham adalah yang menjalankannya.
Banyak pelaut punya pengalaman bagus, tapi belum terbiasa menjawab interview dengan rapi. Buku Interview Mastery untuk Pelaut bisa jadi teman latihan sebelum kamu dipanggil interview.
Lihat Buku