ISM Code Untuk Pelaut : Bukan Hanya Urusan Perusahaan

Ketika nama ISM Code disebut, sebagian pelaut langsung berpikir “Ah, itu urusan perusahaan. Bukan urusan saya.” Padahal ISM Code dan Safety Management System yang lahir darinya bersentuhan langsung dengan pekerjaan crew di kapal. Dari cara menjalankan permit to work, mengikuti drill, mengisi log book, sampai cara menyampaikan kondisi tidak aman. Masalahnya, banyak pelaut tidak pernah dijelaskan dengan bahasa yang sederhana. ISM Code terasa seperti dokumen audit. SMS terasa seperti tumpukan prosedur. DPA terdengar seperti nama jabatan yang hanya muncul saat kapal punya masalah besar.
Artikel ini membahas ISM Code dari sudut pandang crew: apa artinya untuk kamu, apa yang sebaiknya kamu tahu, dan bagaimana kamu bisa menjadi bagian aktif dari sistem safety di kapal.

Catatan Daily Loker Pelaut
Artikel ini bukan ajakan untuk mencari kesalahan kapal atau melawan atasan. Tujuannya adalah membantu pelaut memahami cara kerja sistem safety secara profesional. Safety culture yang sehat butuh dua sisi: perusahaan yang menjalankan SMS dengan serius, dan crew yang berani bertanya, mencatat, dan melapor dengan cara yang benar.

ISM Code paling berguna sebelum masalah terjadi. Tujuannya bukan membuat pekerjaan lebih lambat, tetapi membuat risiko lebih terkontrol.

ISM Code adalah International Safety Management Code, standar internasional yang ditetapkan IMO sebagai bagian dari SOLAS Chapter IX. Secara sederhana, ISM Code dibuat agar perusahaan pelayaran dan kapal punya sistem manajemen keselamatan yang jelas, tertulis dan bisa diaudit. Dari ISM Code lahir Safety Management System atau SMS: kumpulan kebijakan, prosedur, tanggung jawab, dan mekanisme pelaporan terkait keselamatan kapal serta perlindungan lingkungan laut. Secara umum, ISM Code berlaku untuk banyak kapal komersial yang beroperasi secara internasional, terutama kapal 500 GT ke atas dan passenger ship sesuai ketentuan SOLAS dan flag state.

Dua dokumen penting dari ISM Code :

📌DOC (Document of Compliance) dokumen perusahaan yang menunjukkan kepatuhan terhadap ISM.

📌SMC (Safety Management Certificate) dokumen kapal yang menunjukkan SMS diterapkan di kapal.

Jika SMC bermasalah atau expired, kapal bisa mendapat temuan serius saat audit atau PSC inspection. Crew ikut terdampak karena operasional kapal bisa terganggu.

SMS atau Safety Management System adalah sistem tertulis yang menjadi panduan keselamatan di kapal. Tetapi SMS seharusnya bukan hanya dokumen di lemari. Di kapal yang dikelola dengan serius, SMS dipakai untuk memandu pekerjaan sehari-hari.

Empat Elemen SMS yang paling bersentuhan dengan crew :

Sebagai crew, kamu tidak harus menghafal seluruh isi SMS. Yang penting, kamu tahu di mana SMS disimpan, prosedur mana yang relevan dengan pekerjaanmu, dan ke siapa harus bertanya jika belum paham.

Pertanyaan praktis saat sign on :
“Chief/Master, SMS kapal ada di mana? Saya mau baca prosedur untuk pekerjaan di bagian saya.”

Ini realita yang perlu diakui: tidak semua kapal menjalankan SMS dengan tingkat kedisiplinan yang sama. Ada kapal yang prosedurnya hidup dan dipakai. Ada juga kapal yang SMS-nya lengkap, tapi hanya dibuka saat audit atau inspection.

✔️ SMS yang Berjalan
Crew tahu di mana SMS disimpan dan prosedur relevan pernah dijelaskan. Prosedur kerja diikuti karena dipahami, bukan hanya karena ada inspection. Near-miss report diterima sebagai bahan perbaikan. Drill dilakukan serius dan ada evaluasi. Officer memberi contoh penggunaan PPE dan prosedur kerja aman.
⚠️ SMS yang Hanya Formalitas
SMS ada di lemari atau komputer, tapi jarang dibuka crew. Prosedur baru dijalankan saat PSC atau auditor naik kapal. Near-miss dianggap membuat repot atau mencari masalah. Drill hanya untuk tanda tangan dan catatan log book. Crew diminta patuh, tapi contoh dari atas tidak konsisten

Cara membaca safety culture kapal : lihat bagaimana familiarisasi dan drill dilakukan di awal kamu sign on. Kalau semuanya hanya tanda tangan cepat tanpa penjelasan, itu sinyal bahwa kamu perlu lebih aktif bertanya dan mencatat prosedur yang relevan.

Beberapa kesalahan ini sering terjadi karena ISM Code dianggap terlalu jauh dari pekerjaan harian crew.

❌ Menganggap SMS hanya dokumen audit, bukan panduan kerja.
❌ Tanda tangan familiarisasi tanpa benar-benar paham isinya.
❌ Ikut drill hanya untuk absen, bukan untuk belajar.
❌ Tidak melaporkan near-miss karena takut disalahkan.
❌ Melakukan pekerjaan berisiko tanpa memastikan permit.
❌ Menganggap DPA hanya urusan Captain dan kantor.
❌ Baru membaca prosedur setelah ada insiden atau PSC inspection.

DPA atau Designated Person Ashore adalah orang yang ditunjuk perusahaan sebagai jalur komunikasi antara kapal dan manajemen darat terkait keselamatan dan perlindungan lingkungan. Dalam sistem ISM, DPA seharusnya memiliki akses ke level manajemen yang cukup untuk memastikan isu safety mendapat perhatian.

  • Kontak DPA seharusnya tersedia di kapal melalui SMS manual, safety notice, atau jalur komunikasi perusahaan.
  • Jika concern safety serius tidak bisa diselesaikan melalui jalur di kapal, crew dapat menggunakan jalur DPA sesuai prosedur SMS perusahaan.
  • DPA bukan untuk keluhan operasional harian yang masih bisa diselesaikan oleh supervisor, officer, atau Master.
  • Concern yang disampaikan ke DPA sebaiknya faktual, profesional, dan terdokumentasi.

MLC 2006 mengatur mekanisme keluhan dan perlindungan pelaut dalam menyampaikan complaint melalui jalur resmi. Concern safety sebaiknya disampaikan dengan bahasa profesional, bukti yang faktual, dan mengikuti prosedur yang berlaku di kapal dan perusahaan.

Drill bukan sekadar agenda bulanan atau tanda tangan di log book. Drill adalah latihan supaya crew tahu peran masing-masing saat kondisi darurat benar-benar terjadi. Frekuensi drill dapat berbeda tergantung jenis kapal, flag, SMS perusahaan, dan regulasi yang berlaku. Tabel di bawah hanya gambaran umum yang sering ditemukan di kapal.

Jenis DrilGambaran UmumYang Perlu Diperhatikan Crew
Fire & Abandon Ship DrillUmumnya berkala sesuai SOLAS/SMSTahu muster station, peran, alat dan rute evakuasi
Man Overboard (MOB)Dilakukan sesuai SMS dan kebutuhan operasiPahami cara melapor, alat penyelamat dan peran saat rescue
Emergency SteeringSering dijadwalkan berkala di kapal tertentuTahu siapa yang terlibat dan bagaimana komunikasi berjalan
SOPEP / Oil SpillRelevan terutama berkala di kapal berisiko polusi minyakPahami lokasi SOPEP locker, peralatan dan komunikasi awal
Familiarisasi Crew BaruSaat sign on sebelum crew mulai bekerja penuhJangan hanya tanda tangan minta penjelasan jika belum pulang

Yang seharusnya terjadi dalam drill yang baik :

🖊️Semua crew tahu muster station, peran, dan tanggung jawab spesifiknya.

🖊️Peralatan yang dipakai benar-benar dicek kondisinya, bukan hanya disebutkan.

🖊️Ada evaluasi setelah drill: apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki.

🖊️Crew baru mendapat familiarisasi sebelum ikut drill, bukan langsung disuruh tanda tangan.

Catatan drill mencerminkan kegiatan nyata, bukan hanya formalitas.

Near-miss adalah kejadian yang hampir menjadi insiden, tetapi berhasil dihindari. Contohnya tali mooring yang nyaris putus, crew hampir terpeleset, atau alat hampir jatuh ke deck. Dalam SMS yang serius, near-miss adalah data penting. Dari near-miss, kapal bisa belajar sebelum ada korban, kerusakan, atau delay operasi.

KondisiDampak ke Safety Culture
Near-miss tidak dilaporkanRisiko yang sama terus ada dan kemungkinan insiden lebih besar meningkat
Pelapor disalahkanCrew jadi takut lapor dan manajemen kehilangan data risiko nyata
Near-miss dilaporkanRisiko bisa dipelajari, prosedur bisa diperbaiki dan insiden serupa bisa dicegah
Pelapor didengarCrew lebih percaya sistem dan safety culture menjadi lebih kuat

Kenapa crew enggan lapor near-miss :

  1. Takut dianggap tidak kompeten atau ceroboh.
  2. Khawatir kena sanksi atau masalah administrasi.
  3. Merasa itu bukan urusan saya karena orang lain yang terlibat.
  4. Tidak tahu cara melaporkan dengan benar.
  5. Pernah lapor sebelumnya tapi tidak ada tindak lanjut.

Permit to Work atau PTW adalah sistem kontrol sebelum pekerjaan berisiko tinggi dimulai. Di banyak kapal, PTW menjadi bagian dari SMS. Pekerjaan yang biasanya membutuhkan PTW: enclosed space entry, hot work, pekerjaan di ketinggian, pekerjaan listrik, pekerjaan dengan bahan berbahaya, atau pekerjaan yang dapat mempengaruhi keselamatan kapal.

Yang seharusnya ada dalam PTW yang benar :

  1. Identifikasi pekerjaan dan lokasi yang spesifik.
  2. Risk assessment: bahaya yang ada dan cara pengendaliannya.
  3. PPE yang diperlukan.
  4. Personel yang terlibat dan pengawas yang bertanggung jawab.
  5. Toolbox talk atau briefing sebelum mulai.
  6. Tanda tangan pihak yang memberikan izin dan yang menerima pekerjaan.
  7. Waktu mulai dan batas waktu berlakunya permit.

ISM Code menuntun perusahaan dan kapal memastikan crew baru familiar dengan prosedur keselamatan yang relevan. Familiarisasi bukan sekedar tanda tangan checklist.

Bagian FamiliarisasiYang Perlu Kamu Pahami
Tour KapalLayout, area berisiko, lokasi fire extinguisher, liferaft, muster station, emergency exits
Emergency EquipmentPeralatan yang berhubungan dengan tugas kamu keadaan darurat
Muster ListPeranmu dalam skenario fire, abandon ship, man overboard dan emergency lain
Prosedur KapalJam kerja, safety policy, PTW, reporting, alcohol/drug policy dan jalur komunikasi
SMS KapalDi mana disimpan dan prosedur apa yang relevan dengan departemen kamu

Audit dan PSC inspection bukan hanya memeriksa dokumen. Inspector bisa bertanya langsung kepada crew: apakah kamu tahu muster station, tugas saat emergency, prosedur kerja, rest hour record, atau jalur pelaporan near-miss.

Yang sering diperiksa terkait ISM/SMS :

📌Apakah crew tahu di mana SMS dan memahami prosedur yang relevan.

📌Apakah drill dilakukan dan dicatat dengan benar.

📌Apakah near-miss dan incident report berjalan.

📌Apakah PTW digunakan untuk pekerjaan berisiko.

📌Apakah rest hour records sesuai dan tidak sekadar formalitas.

📌Apakah peralatan keselamatan dalam kondisi siap pakai.

📌Apakah crew baru mendapat familiarisasi yang cukup.

ISM Code bukan sistem yang hanya bisa dijalankan dari atas. Crew yang aktif adalah bagian penting dari sistem itu bekerja. Ini bukan soal melawan atasan atau mencari masalah. Ini soal membuat kapal lebih aman untuk semua orang di dalamnya.

🖊️Baca SMS yang relevan dengan pekerjaanmu
Minimal prosedur untuk pekerjaan rutin dan darurat di area kamu. Tidak harus baca semuanya, tapi tahu di mana mencarinya saat dibutuhkan.

🖊️ Ikuti drill dengan serius
Drill bukan waktu istirahat dengan seragam emergency. Manfaatkan untuk benar-benar tahu apa yang harus dilakukan saat kondisi darurat terjadi.

🖊️Laporkan near-miss tanpa menunggu jadi insiden
Gunakan bahasa faktual dan tidak menyalahkan individu. Laporan near-miss yang baik fokus pada kondisi atau prosedur yang perlu diperbaiki.

🖊️Tanyakan permit sebelum pekerjaan berisiko dimulai
Kamu tidak harus tahu semua prosedur. Tapi kamu berhak tanya apakah prosedur sudah dijalankan sebelum kamu mulai bekerja.

🖊️Gunakan PPE dengan benar, bukan hanya saat ada yang melihat
PPE yang tidak dipakai dengan benar tidak melindungi siapapun. Dan kebiasaan ini mempengaruhi budaya kerja seluruh kapal.

Bagi pelaut yang sedang naik level, ISM Code bukan hanya penting saat bekerja di kapal. Topik ini juga sering muncul saat interview, terutama untuk posisi officer, engineer, atau crew yang terlibat langsung dalam pekerjaan berisiko.

Pertanyaan interview yang sering terkait ISM :

  1. Apa yang kamu pahami tentang ISM Code?
  2. Apa fungsi SMS di kapal?
  3. Kapan near-miss perlu dilaporkan?
  4. Apa yang kamu lakukan jika melihat pekerjaan dilakukan tanpa permit?
  5. Bagaimana cara menyampaikan kondisi tidak aman?

✅ Tahu di mana SMS kapal disimpan dan bagaimana mengaksesnya.
✅ Tahu muster station dan peran kamu dalam setiap skenario darurat.
✅ Tahu jalur komunikasi safety di kapal dan ke darat, termasuk DPA sesuai prosedur SMS.
✅ Tahu prosedur kerja untuk tugas sehari-hari di departemenmu.
✅ Tahu bagaimana cara melaporkan near-miss di kapal ini.
✅ Tahu prosedur PTW untuk pekerjaan berisiko di area kamu.
✅ Sudah mendapat familiarisasi kapal yang cukup sebelum mulai bekerja.
✅ Tahu lokasi peralatan keselamatan utama di kapal

Sedang Mencari Lowongan Pelaut ?
Cek lowongan terbaru yang sudah dirapikan :
vacancy.dailylokerpelaut.com
Latihan pengetahuan safety dan maritime harian :
academy.dailylokerpelaut.com

Baca, simpan, dan share ke teman pelaut lain yang membutuhkan.

Ingin Lebih Siap Saat Interview?

Banyak pelaut punya pengalaman bagus, tapi belum terbiasa menjawab interview dengan rapi. Buku Interview Mastery untuk Pelaut bisa jadi teman latihan sebelum kamu dipanggil interview.

Lihat Buku